Jakarta, Intra62.com – Menurut Jazilul Fawaid, ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI, peringatan Hari Pahlawan 10 November harus digunakan untuk meningkatkan persatuan nasional.
Peristiwa heroik di Surabaya pada tahun 1945 menunjukkan bahwa setiap bagian masyarakat Indonesia dapat menang ketika bersatu menghadapi ancaman.
Pada peristiwa 10 November, setiap kelompok, termasuk kiai, santri, priyayi, kaum abangan, bahkan bromocorah, bersatu untuk menentang kembalinya pasukan sekutu yang diboncengi Belanda. Tidak ada yang merasa lebih penting atau lebih tinggi daripada yang lain. Di Jakarta, Senin, Jazilul Fawaid menyatakan bahwa semua orang bergerak karena mereka ingin mempertahankan kemerdekaan yang baru saja dideklarasikan.
Ia menyatakan bahwa semangat perjuangan siswa Suroboyo menunjukkan bahwa persatuan nasional dapat mencapai hal-hal yang tampaknya tidak mungkin.
Karena mereka tidak diatur oleh komando militer resmi dan tidak memiliki banyak senjata, orang-orang sipil mampu melawan tentara sekutu dengan strategi, komando, dan senjata canggih.
Jalilul menyatakan bahwa pelajaran penting dari Hari Pahlawan harus diambil dari proses pembangunan Indonesia saat ini.
Dia berpendapat bahwa seluruh bangsa harus mendukung perubahan paradigma pembangunan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto
Melalui berbagai program unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan 3 juta rumah, dan pemberdayaan masyarakat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berkonsentrasi pada meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, transformasi arah pembangunan ini harus kita ambil sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Ini memerlukan kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak.
Ia mengakui bahwa masih ada banyak kekurangan dalam implementasi program unggulan tersebut di satu terakhir. Mengingat pemerintahan baru hanya berusia satu tahun, kondisi ini masuk akal.
Baca Juga : Soeharto: Warisan Kontroversial, Penyematan Gelar Pahlawan Layak Dipertimbangkan.
(Red).
