Jakarta , Intra62.com . Menlu Ungkap tidak ada guna Interaksi dengan Washington . Seperti yang dilaporkan media Iran pada Sabtu (25/10), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa tidak ada guna untuk berhubungan dengan Amerika Serikat (AS). Saat ini karena ketidakpercayaan yang mendalam setelah bertahun-tahun hubungan yang tidak baik dengan Washington.
Araghchi mengatakan dalam wawancara dengan Sahra TV, saluran televisi daring Iran, “Kami tidak memiliki kepercayaan dan tidak akan pernah memilikinya” terhadap AS. Merujuk pada fakta bahwa Washington gagal memenuhi komitmennya terhadap Iran selama sepuluh tahun terakhir.
Namun, dia menyatakan bahwa Iran akan tetap terbuka untuk diplomasi jika Amerika Serikat meninggalkan pendekatan dominan . Dan berpartisipasi dalam “perundingan yang serius dan nyata” dengan pendekatan yang tulus . Yang didasarkan pada prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama.
Iran menandatangani Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada Juli 2015 dengan Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat. Sebagai imbalan atas pencabutan sanksi, termasuk sanksi PBB, Iran akan memberlakukan beberapa pembatasan pada program nuklirnya.
Namun, AS menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018 dan kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran.
Setelah Dewan Keamanan gagal memperpanjang penangguhan sanksi PBB terhadap Iran pada September . Prancis, Inggris, dan Jerman menggunakan mekanisme “snapback” pada akhir Agustus.
Konferensi nuklir keenam antara Iran dan AS dijadwalkan pada 22 Juni setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran secara mendadak di beberapa wilayah Iran. Serangan tersebut juga melibatkan militer AS dengan mengebom fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Amerika Serikat selama beberapa bulan terakhir telah berulang kali meminta Iran untuk menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya dan membatasi upaya misilnya. Iran berpendapat bahwa kedua masalah tersebut tidak dapat diselesaikan melalui perundingan.
Baca juga : Rekor Tertinggi Kasus Campak Dilaporkan Di Amerika Serikat Sejak 1992.
( Anisa-red )
