Jakarta, Intra62.com –
Untuk menjamin keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 1447 H, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Somba Opu Tombolo 02 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Zulhas langsung mengunjungi dapur MBG, yang berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi makanan, untuk memastikan bahwa penerima manfaat dapat menerima makanan tanpa henti selama Ramadhan dan menu telah disesuaikan.
Berdasarkan keterangan yang dia berikan di Jakarta, Jumat, Zulhas menyatakan, “Untuk sekolah umum dengan siswa Muslim, penyaluran dilakukan siang hari dengan menu makanan kering. Sementara bagi yang tidak berpuasa serta ibu hamil dan balita, penyaluran tetap seperti biasa.”
Selama kunjungan tersebut, Zulhas memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, dan penyaluran makanan, berjalan secara higienis, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Saat ini, SPPG Somba Opu Tombolo 02 memiliki 2.817 penerima manfaat, terdiri dari 2.620 siswa dan 197 guru di sembilan sekolah, dengan dukungan 50 staf, termasuk kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, dan relawan.
Menko Pangan juga memeriksa kesiapan SPPG untuk menyediakan paket makanan kering MBG sebagai bagian dari penyesuaian menu selama Ramadhan selain meninjau operasional dapur.
Menurut Zulkifli, untuk mematuhi pola kegiatan santri selama Ramadhan, MBG didistribusikan ke pesantren pada sore hari menjelang berbuka puasa.
Sebagai bagian dari persiapan untuk Ramadhan, Faisal, kepala SPPG Somba Opu Tombolo 02, mengatakan bahwa pihaknya mulai mengubah menu basah menjadi menu kering.
Faisal mengatakan, “Biasanya kami mendistribusikan menu basah, namun untuk persiapan Ramadhan kami mulai menyiapkan menu kering seperti roti, kacang, dan susu UHT kemasan.”
Ia menegaskan bahwa makanan kering selalu dibuat dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi, dengan karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan serat dimasukkan ke dalamnya.
Zulhas menyatakan bahwa keberadaan ahli gizi di setiap SPPG adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan MBG tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi tenaga pendidik dan anak sekolah.
Pemerintah berharap kualitas layanan MBG tetap terjaga dan masyarakat dapat memaksimalkan manfaat program dengan mendampingi karyawan dan menyesuaikan menu selama libur sekolah dan bulan Ramadhan.
Badan Gizi Nasional telah mencatat sekitar 60 juta penerima manfaat MBG hingga saat ini, dengan 22.091 unit SPPG yang didukung oleh lebih dari 924 ribu pegawai dan puluhan ribu mitra dan pelaku UMKM di berbagai wilayah.
(Red).
