Jakarta, Intra62.com –
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta museum untuk mendigitalisasi koleksi mereka dan membuat penceritaan yang menarik tentang koleksi mereka agar mereka dapat memikat anak muda, terutama Gen Z, untuk mengenal budaya lebih jauh.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, Fadli Zon menyatakan bahwa penguatan penceritaan dan sentuhan digital menjadi hal yang penting agar museum bisa lebih dekat dengan generasi muda, terutama Gen Z.
Museum Radya Pustaka, salah satu museum tertua di Indonesia, memiliki banyak koleksi penting, mulai dari manuskrip kuno, artefak budaya Jawa, hingga benda-benda bersejarah seperti gamelan, wayang, dan keris.
Museum, seperti Museum Radya Pustaka, yang memiliki koleksi budaya Jawa yang lengkap, harus tetap menjadi sarana edukasi yang menarik dan relevan bagi generasi muda dengan memperkuat tata pamer, alur cerita, dan adaptasi digital.
Museum ini terkenal sebagai tempat terbaik untuk menyimpan warisan budaya Jawa karena koleksinya yang luas, yang mencakup wayang kulit, naskah kuno berbahasa Jawa, arca Hindu-Buddha, dan berbagai benda budaya yang menunjukkan perkembangan peradaban Jawa.
Untuk melestarikan sejarah dan tetap memikat generasi ke generasi, keberadaan museum sangat penting.
Fadli Zon mengatakan, “Koleksi Museum Radya Pustaka ini sangat penting, mulai dari artefak hingga manuskrip yang bernilai tinggi. Penataan dan penyajiannya perlu diperkuat agar lebih menarik.”
Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran untuk mempelajari apa yang terjadi saat ini dan membantu membangun masa depan, menurut Menbud.
Museum harus tetap dibangun sebagai representasi budaya dan peradaban bangsa dan ruang yang dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan jati diri Indonesia, kata Fadli.
Baca Juga : Menbud Mengingat Jasa KH Samanhudi, Seorang Tokoh Pergerakan Nasional.
Baca Juga : Menbud Mendorong Pabrik Semen Pertama ASEAN di Padang Untuk Diubah Menjadi Tempat Seni.
(Red).
