Jakarta, Intra62.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang jasa K.H. Samanhudi, tokoh pergerakan nasional yang dikenal sebagai pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI). Dia berkontribusi pada pemahaman masyarakat tentang pentingnya persatuan dan kemandirian ekonomi selama masa penjajahan.
Fadli menyatakan bahwa K.H. Samanhudi adalah seorang pioner dalam mengorganisasi masyarakat melalui pendekatan ekonomi berbasis perdagangan, terutama di kalangan pedagang batik Laweyan. Dianggap sebagai fondasi penting untuk munculnya gerakan yang lebih luas di bidang sosial dan politik.
“Sebagai langkah awal dalam menghadapi dominasi kolonial, beliau mengorganisasikan kekuatan rakyat melalui wadah ekonomi, yakni Sarekat Dagang Islam,” kata Fadli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ini dia katakan saat ziarah ke makam K.H. Samanhudi di Laweyan, Surakarta, selama kunjungan kerjanya ke Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Fadli mengatakan Sarekat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam pada tahun 1912, dipimpin oleh H.O.S. Tjokroaminoto, yang merupakan perkembangan penting dalam arah perjuangan bangsa.
Organisasi tersebut tidak hanya memperhatikan kepentingan ekonomi, tetapi juga mulai berinteraksi dengan politik sebagai cara untuk menentang kolonialisme.
Dia juga menyatakan, “Perubahan ini menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi gerakan yang memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan.”
K.H. Samanhudi lahir di Surakarta pada tahun 1868 dan bekerja sebagai saudagar batik yang sukses. Pada tahun 1905, ia membentuk Sarekat Dagang Islam untuk melindungi kepentingan pedagang pribumi dari pengaruh pedagang asing.
Organisasi ini kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam, yang pada masa pergerakan nasional menjadi salah satu organisasi massa terbesar.
KH Samanhudi Pahlawan Nasional
Pemerintah Republik Indonesia memberi K.H. Samanhudi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1961 atas jasa-jasanya. Ia wafat pada tahun 1956 dan dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Fadli, tujuan dari ziarah ini adalah untuk meningkatkan kesadaran sejarah dan penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.
Dia menyatakan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip-prinsip sejarah dalam pembangunan karakter dan kebudayaan bangsa.
Baca Juga : Menbud Mendorong Pabrik Semen Pertama ASEAN di Padang Untuk Diubah Menjadi Tempat Seni.
Baca Juga : Menbud Mendorong Peningkatan Peran Museum Sebagai Pusat Pendidikan dan Budaya.
(Red).
