Jakarta, Intra62.com – Yonhap melaporkan bahwa Korsel dan Uni Emirat Arab akan mempertimbangkan strategi untuk mengembangkan dan menyediakan senjata kepada negara ketiga.
Kantor berita tersebut melaporkan bahwa Presiden Lee Jae Myung sedang melakukan kunjungan kenegaraan tiga hari ke Uni Emirat Arab (UAE) hingga 19 November, mengutip Kang Hoon-sik, Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan (Korsel).
Pada hari Selasa (18/11), pemimpin Korsel mengadakan perundingan dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dan keduanya menandatangani tujuh nota kesepahaman (MoU).
Ketujuh inisiatif kerja sama untuk tujuan damai mencakup kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), infrastruktur AI, energi nuklir, dan eksplorasi luar angkasa.
Selain itu, diproyeksikan bahwa kedua negara akan membangun model kerja sama rantai nilai penuh di sektor pertahanan. Ini dapat meningkatkan peluang bagi perusahaan Korsel untuk mendapatkan pesanan industri pertahanan senilai lebih dari US$15 miliar (sekitar Rp251 triliun).
Menurut Kang, proyek seperti itu dapat memungkinkan perusahaan Korsel untuk memperluas operasi mereka di area seperti Timur Tengah dan Afrika serta Eropa, Amerika Utara, dan lainnya.
Baca Juga : AS Setujui Rencana Korsel Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Baca Juga : Mesir dan Qatar Setuju Meningkatkan Gencatan Senjata di Gaza.
(Red).
