Jakarta, Intra62.com – Dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki aliran dana proyek jalur kereta api di Medan, Sumatera Utara, dan Surabaya, Jawa Timur.
Di Jakarta, Rabu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kepada para jurnalis bahwa penyidik mendalami materi tentang plotting-an (perencanaan, red.) paket pekerjaan dan aliran dana pada proyek tersebut.
Saat memeriksa empat saksi dalam kasus DJKA Kemenhub pada 17 November 2025, Budi menyatakan bahwa pendalaman tersebut didalami penyidik.
Seorang pihak swasta bernama Pebi Kristyawan, Komisaris PT Tri Tirta Permata Eddy Kurniawan Winarto, dan Uki Apriyani, mantan pegawai Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Sumatera Bagian Utara, adalah para saksi. Ketiganya dipertimbangkan untuk klaster Medan, Sumut.
Sebaliknya, saksi yang diperiksa untuk klaster Wilayah Surabaya, Jatim adalah Aries Sugiarto Rachman, Manajer Umum Operasi 4 Divisi Infrastruktur PT Wijaya Karya atau Wika (Persero).
Kasus sebelumnya dimulai dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub pada 11 April 2023.
BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah sekarang disebut BTP Kelas I Semarang.
Hingga 12 Agustus 2025, KPK telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus tersebut. KPK juga telah menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka.
Kasus korupsi tersebut terkait dengan beberapa proyek: jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso; proyek kereta api Makassar, Sulawesi Selatan; empat proyek konstruksi dan supervisi di Lampegan Cianjur, Jawa Barat; dan perbaikan jalur kereta api Jawa-Sumatera.
Diduga bahwa dalam proses pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut, beberapa pihak menggunakan rekayasa untuk mengatur pemenang pelaksana proyek, mulai dari proses administrasi hingga penentuan pemenang tender.
Baca Juga : KPK Menghitung Banyak Tanah Negara Dijual Ke Negara Terkait Whoosh.
(Red).
