Jakarta, Intra62.com –
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus memperkuat peran daerah dalam penerapan nilai ekonomi karbon (NEK) dan pengendalian perubahan iklim. Ini terutama berkaitan dengan memastikan akuntabilitas pelaksanaan di tingkat tapak dan pencatatan yang konsisten.
Hanya dengan sistem pencatatan yang konsisten dan akuntabel nilai ekonomi karbon akan menjadi signifikan. Dalam pernyataan yang diberikan di Jakarta, Jumat, Irawan Asaad, Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim (MSDPPI) KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), menyatakan bahwa ini merupakan peran strategis pemerintah daerah.
Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak hanya melaksanakan kebijakan, tetapi juga membantu koordinasi lintas sektor dan menjamin kualitas sistem pengendalian, pelaporan, dan verifikasi (MRV) untuk tindakan pengendalian perubahan iklim.
Dia berharap Pulau Jawa akan menjadi percontohan nasional dalam penerapan kebijakan nilai ekonomi karbon dan pengendalian perubahan iklim karena kontribusi emisi yang besar dan kelembagaan yang lebih matang.
Untuk mendukung hal ini, KLH/BPLH mengambil bagian dalam acara diseminasi kebijakan pengendalian perubahan iklim dan nilai ekonomi karbon tingkat sub-nasional yang diadakan di Yogyakarta pada 2-3 Februari 2026 oleh Kedeputian Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (PPITKNEK).
Aktivitas ini merupakan bagian dari pelaksanaan Proyek Kolaborasi untuk Pelaksanaan Pasar (PMI), dengan fokus pada aspek koordinasi, komunikasi, dan konsultasi.
Menurutnya, tujuan diseminasi ini adalah untuk meningkatkan kesiapan, kapasitas, dan pemahaman pemangku kepentingan sub-nasional tentang kebijakan nasional yang berkaitan dengan nilai ekonomi karbon dan pengendalian perubahan iklim.
Selain itu, diharapkan bahwa kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman tentang peran, tanggung jawab, dan fungsi pemerintah daerah dalam mendukung operasionalisasi kebijakan di tingkat regional dan daerah.
Baca Juga : KLH mengambil tindakan hukum terkait dugaan kelalaian PT Vopak Terminal Merak.
Baca Juga :KLH Mengirim Tim ke Lokasi di Mana Asap Kuning Muncul di Pabrik Cilegon.
(Red).
