Jakarta, Intra62.com – Pertamina Patra Niaga, menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin menangani keluhan masyarakat.
Tentang sepeda motor yang terkendala mesinnya setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur.
Di Surabaya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menjamin, Laode Sulaeman menyatakan, “Apabila memang penyebabnya Pertamina, tentu akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Semua akan dihandle oleh Pertamina.”
Menurut Laode, hasil pengecekan langsung yang dilakukan pada Rabu (29/10/2009) di SPBU 54.601.79 di Jalan Kayoon, Surabaya, dan SPBU 53.611.01 di Gresik menunjukkan bahwa tidak ada air dalam BBM.
Uji pasta air dan uji visual dilakukan untuk memastikan apakah BBM mengandung air.
Laode mengatakan bahwa jika ada air di dalam BBM, itu sangat berbahaya, dan semua SPBU rutin melakukan uji pasta air dan visual sebelum operasi.
Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa perusahaan segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi dan memulai penyelidikan terhadap keluhan masyarakat, terutama di Jawa Timur.
Ini untuk mengidentifikasi masalahnya. Akibatnya, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Mars Ega menyatakan, “Jika memang ada yang terdampak, kami berkomitmen untuk menangani keluhan tersebut.”
Pertamina Patra Niaga juga telah membuat posko keluhan masyarakat di setiap SPBU. Dengan demikian, masyarakat dapat datang langsung ke SPBU untuk dilayani dan menerima ganti rugi sesuai perjanjian.
Selain itu, masyarakat dapat mengirimkan keluhan mereka ke Pertamina Call Center di nomor 135.
( Red ).
