• Sun. Mar 15th, 2026

Kemenperin Yakin Panasonic Holdings Tidak Ada PHK di Indonesia

ByAF

May 12, 2025
Kemenperin Yakin Holding Panasonic Tidak Ada PHK di Indonesia

Jakarta , Intra62.com . Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa PHK ribuan karyawan Panasonic Holdings di seluruh dunia tidak terjadi di Indonesia.

Di Jakarta, Senin, Febri Hendri Antoni Arif, juru bicara Kemenperin, menyatakan bahwa Panasonic akan terus bergantung pada Indonesia sebagai pusat produksi Asia Tenggara.

Dia menyatakan bahwa PHK yang terjadi di Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasi Panasonic di Indonesia. Pabriknya justru menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara, yang mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang sangat kuat.

Ia mengakui bahwa utilisasi industri elektronik saat ini sedang berada pada level yang rendah—50,64 persen pada triwulan I tahun 2025—dibandingkan dengan 75,6 persen sebelum pandemi COVID-19.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh industri dan karyawan untuk tetap kompetitif dengan beradaptasi dan mengubah.

Dia menyatakan, “Persaingan global di sektor elektronik semakin ketat. Ini adalah peringatan bahwa transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci untuk bertahan hidup.”

Menurut Febri, pemerintah ingin meningkatkan utilisasi melalui menjaga investasi sektor elektronik yang ada dan menarik investasi baru, dan melindungi pasar domestik dari gempuran barang elektronik impor.

Selain itu, Febri menyatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan signifikan sebagai pasar domestik yang kuat karena potensi pertumbuhan yang besar.

Dia menyatakan bahwa pasar dalam negeri Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di wilayah tersebut, dan pemerintah melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mendukung penuh penguatan industri.

Kemenperin Optimis ?

Selain itu, ia menyatakan bahwa karena pertumbuhan ekonomi global saat ini bergantung pada Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pemerintah harus memperhatikan stabilitas industri dan meningkatkan daya saing.

Sebagai langkah konkrit, Kemenperin terus berupaya meningkatkan produktivitas industri elektronik melalui berbagai program .  Seperti insentif, pelatihan tenaga kerja industri, dan penguatan ekosistem manufaktur berbasis teknologi tinggi.

Febri menyatakan bahwa mereka optimistis bahwa industri elektronik Indonesia akan terus berkembang . Dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi kuat antara pelaku industri dan pemerintah.

Baca juga : Menperin Umumkan Revisi Aturan TKDN Lagi, Apa yang Maksudnya ?

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/