Jakarta, Intra62.com –
Menurut Aba Subagja, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), banyak peluang karir di bidang teknologi, seperti perekayasa dan peneliti.
Saat ini, ada sekitar 6,5 juta ASN di Indonesia, kata Aba dalam keterangan yang diberikan di Jakarta, Selasa. Hanya sekitar lima persen dari total ASN memiliki jabatan struktural, kata Aba.
Dia menjelaskan, “Artinya, peluang karier di ASN sebenarnya lebih luas di jabatan fungsional, termasuk jabatan fungsional di bidang iptek seperti peneliti dan perekayasa.”
Aba mengatakan bahwa sistem kepegawaian ASN harus diatur secara lebih terarah untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di bidang iptek, termasuk di bidang nuklir.
Aba mengatakan bahwa jabatan fungsional sangat penting untuk meningkatkan ekosistem riset dan inovasi di lembaga pemerintah.
Misalnya, dia mengatakan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sangat bergantung pada perekayasa dan peneliti, yang merupakan pilar organisasi.
Selain itu, ia menyatakan bahwa penataan kebutuhan SDM ASN saat ini sedang dilakukan. Ini termasuk membuat postur ASN di BRIN untuk melihat komposisi kebutuhan pegawai secara lebih proporsional.
Metode ini, katanya, dapat membantu merencanakan kebutuhan tenaga ahli dalam bidang tertentu, seperti tenaga nuklir, secara lebih sistematis dalam jangka menengah.
Aba mengatakan bahwa jabatan fungsional sangat penting untuk meningkatkan ekosistem riset dan inovasi di lembaga pemerintah.
Misalnya, dia mengatakan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sangat bergantung pada perekayasa dan peneliti, yang merupakan pilar organisasi.
Selain itu, ia menyatakan bahwa penataan kebutuhan SDM ASN saat ini sedang dilakukan. Ini termasuk membuat postur ASN di BRIN untuk melihat komposisi kebutuhan pegawai secara lebih proporsional.
Metode ini, katanya, dapat membantu merencanakan kebutuhan tenaga ahli dalam bidang tertentu, seperti tenaga nuklir, secara lebih sistematis dalam jangka menengah.
Baca Juga : Kemenko PM koordinasi K/L, tiga WNI hilang di Selat Hormuz.
Baca Juga : UI GreenMetric-Kemen LH Mengevaluasi Peringkat Keberlanjutan Perusahaan.
(Red).
