Jakarta, Intra62.com –
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, berhasil meningkatkan semangat belajar para siswa dan pendidik karena meningkatkan kenyamanan belajar.
Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan di Jakarta pada Rabu, ia menyatakan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan Provinsi Aceh akan mencapai 726 sekolah atau satuan pendidikan di berbagai jenjang pada tahun 2025, dengan anggaran sekitar Rp688,2 miliar.
Menurutnya, program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar dan menengah, hingga pendidikan nonformal.
Menurut Mu’ti, revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk membangun generasi Indonesia yang hebat.
Dia menambahkan, “Membangun gedung tidaklah sekadar membangun tembok yang tinggi, tetapi membangun fondasi yang kokoh dalam rangka membangun anak-anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter.”
Selain itu, Mu’ti berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar fasilitas yang telah dibangun digunakan dengan baik.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi merupakan investasi dalam masa depan negara dalam jangka panjang.
Leni, Plt. Kepala SMP Negeri 1 Peusangan Selatan, yang merupakan salah satu penerima manfaat revitalisasi, mengatakan bahwa program revitalisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kenyamanan dan keamanan proses pembelajaran di sekolahnya.
Menurutnya, kondisi ruang kelas sekarang jauh lebih baik daripada sebelumnya, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih fokus dan merasa nyaman.
Leni mengatakan, “Siswa dapat belajar dengan lebih fokus, mendorong motivasi dan semangat belajarnya karena ruang kelas tidak lagi bocor, plafon yang layak, pintu dan jendela yang kokoh, serta fasilitas perpustakaan dan laboratorium komputer yang lebih baik sehingga siswa betah menambah ilmu pengetahuan dan teknologi.”
Selain itu, revitalisasi memberikan manfaat bagi para guru karena mereka sekarang memiliki ruang kerja yang lebih memadai dan nyaman.
Fasilitas yang lebih baik memungkinkan guru untuk merencanakan pelajaran, berbicara dengan rekan sejawat, dan mengatur administrasi pembelajaran dengan lebih baik.
Menurutnya, “Hal ini membuat guru lebih fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.”
Ira Novita, Kepala SMA Negeri 3 Samalanga, menyatakan hal yang sama. Dia mengatakan bahwa program revitalisasi sangat membantu sekolahnya karena fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Ia menunjukkan pembangunan ruang administrasi baru yang memungkinkan siswa menggunakan laboratorium IPA sepenuhnya.
“Dengan adanya ruang administrasi baru, siswa dapat memanfaatkan laboratorium IPA untuk pembelajaran dengan maksimal karena sebelumnya mereka harus berbagi dengan ruang administrasi,” katanya.
Baca Juga : Kuota Pendidikan Swasta Gratis di Jakarta Harus Mencakup 105 Institusi Pendidikan.
Baca Juga : Pengurus IABA dilantik untuk Mendorong kerja sama Pendidikan Indonesia dan Inggris.
(Red).
