• Sun. Apr 19th, 2026

Orang Terdekat Presiden Sebaiknya Tidak Berbisnis , Lha Apa Bisa ?

ByAF

Dec 2, 2024
Orang Terdekat Presiden Sebaiknya Tidak Berbisnis , Lha Apa Bisa ?

Jakarta , Intra62.com . Orang Terdekat Presiden Sebaiknya Tidak Berbisnis. Termasuk anggota keluarganya, sebaiknya tidak terlibat dalam bisnis. Sebab, hal itu akan mengganggu kemampuan pemerintah untuk melaksanakan berbagai program untuk masyarakat. Presiden Prabowo akan menghadapi tantangan khusus untuk memanfaatkan kesempatan dengan cepat.

Berita dan informasi yang tersebar luas menunjukkan bahwa orang-orang yang dekat dengan Presiden Prabowo berusaha untuk memperluas bisnis mereka. Di Jakarta, Minggu (1/12/2024), Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasiana, mengatakan kepada wartawan, “Sebagai pengusaha hal itu wajar, tetapi ketika orang dekat berada di pusat kekuasaan dan memanfaatkan kesempatan akan mengkhianati niat baik untuk melayani rakyat.”

Engelina mengatakan bahwa belum lama ini tersiar kabar bahwa Hashim Djojohadikusumo, anak usaha dari Grup Arsari milik adik Presiden Prabowo Subianto, ingin membeli 10% saham PT Tambang Mas Sangihe. Baru Gold Corp. (Induk usaha TMS) telah menandatangani surat perjanjian tidak terikat dengan PT Arsari Tambang untuk menjadi investor strategis dan mitra ekuitas.

Oleh karena itu, jangan menggunakan orang-orang yang dekat dengan Presiden Prabowo untuk mendorong tindakan yang jelas melanggar hukum. Engelina menyatakan bahwa jika tambang emas di Sangihe dimiliki oleh perusahaan keluarga Presiden Prabowo, itu akan menunjukkan bahwa mereka bukan hanya mengkhianati rakyat Sangihe, tetapi juga menunjukkan bahwa kekuasaan dapat dengan mudah dipermainkan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Engelina, ayahanda Prabowo Subianto, menyatakan bahwa Prof. Sumitro Djoyohadikusumo adalah orang yang jujur, bersih, dan jujur, dan seorang sosialis yang taat pada rakyat. Keluarganya, termasuk Presiden Prabowo, akan dipengaruhi oleh sikap dan kepribadian ini. Engelina menjelaskan, “Untuk itu, saya berharap niat perusahaan keluarga Presiden Prabowo untuk mengambil alih tambang mas Sangihe hanyalah wacana karena tidak mungkin dilakukan.”

Ini sangat tidak wajar ?

Namun, jika itu benar-benar terjadi, hal itu akan sangat melukai rakyat Sangihe, yang telah berusaha menentangnya dengan berbagai cara, termasuk melalui proses hukum untuk melindungi hak hidup mereka. Perusahaan yang berasal dari keluarga presiden menerima saham dari perusahaan yang sebenarnya melakukan tindakan ilegal.

Baca juga : Prabowo Tegaskan Potong Anggaran Perjalan Dinas , Titiek Soeharto Komen Begini ?

Ini sangat tidak wajar. Apakah Presiden Prabowo dan keluarganya akan mengambil keputusan untuk melindungi kepentingan rakyat atau tidak. Atau mungkin ingin memanfaatkan kekayaan alam, meskipun dampak pada masyarakat lokal tidak jelas.

Engelina khawatir bahwa ada beberapa individu di sekitar Presiden Prabowo yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan demi kepentingan perusahaan. Pengalaman negara ini menunjukkan bahwa ketika kekuasaan berganti tangan, tindakan apa pun akan terungkap. Sebenarnya, diskusi “bisik-bisik” tentang penempatan berbagai figur di tempat yang berbeda sudah terbatas.

Saya telah hidup di bawah pemerintahan delapan presiden, bahkan dua kali menjadi tetangga Presiden Soeharto dan Presiden Megawati. Saya bahkan sangat aktif dalam membantu Megawati menjadi Presiden RI kelima dari tahun 1992. Engelina, puteri Brijen TNI JM. Pattiasina, menyatakan, “Sehingga sangat mengenal dinamika penempatan orang-orang dekat pada awal seseorang menjabat Presiden.”

Menurut pendapat saya, kompetisi politik saat ini lebih berfokus pada strategi daripada gagasan. Menurutnya, ini tidak dilakukan tanpa biaya karena dana yang digunakan bukan milik individu. Sebaliknya, itu adalah dukungan pemodal, yang pasti akan meminta sebagian keuntungan dari bisnis politik.

Dengan biaya politik yang tinggi dan politik yang dipengaruhi oleh uang dalam setiap pemilihan langsung, tidak mungkin mengharapkan banyak dari pemerintah, legislatif, dan organ negara yang lain karena mereka secara langsung atau tidak terlibat dalam “pemain” uang dalam pemilihan dan Pilkada. Elena.

(redx)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/