Jakarta, Intra62.com –
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan (Sudinkes Jaksel) mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu menurun pada 2025 jika dibandingkan dengan 2024.
“Kasus DBD di Jakarta Selatan turun pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Debi Intan Suri saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Debi mengatakan pada 2024, Jakarta Selatan terdapat 2.513 kasus DBD, sedangkan 2025 sebanyak 1.528 kasus atau turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data, lanjut dia, Kecamatan Pancoran, Jagakarsa dan Mampang Prapatan kembali menjadi wilayah dengan angka kasus relatif tinggi.
Dia menyatakan bahwa berbagai upaya pengendalian dan kewaspadaan masyarakat terhadap DBD berkontribusi pada penurunan kasus.
Akibatnya, meskipun tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir, dia menyatakan bahwa kasus DBD masih menjadi perhatian serius.
Dia menyatakan bahwa mereka terus memantau dan memperkuat tindakan pencegahan di seluruh kecamatan.
Salah satu upaya Suku Dinas Jakarta Selatan untuk mengatasi DBD adalah meningkatkan fungsi kader juru pemantau jentik (Jumantik) untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dua kali seminggu.
Selanjutnya, melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan sekolah dan permukiman warga, dan memberi tahu masyarakat tentang cara mencegah DBD. Beberapa sekolah juga membuat perangkap nyamuk (flytrap).
Selain itu, pihaknya meminta penduduk untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mereka mengalami nyeri otot, gejala demam tinggi, atau tanda-tanda penyakit demam tinggi.
Sepanjang tahun 2024, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 13.287 kasus DBD di seluruh wilayahnya.
Jumlah kasus DBD di DKI Jakarta menurun menjadi 10.075 pada tahun 2025.
Baca Juga : Jumlah Kasus DBD Meningkat Di Jakarta Barat.
(Red).
