• Thu. Apr 23rd, 2026

Jumlah Kasus DBD Meningkat Di Jakarta Barat.

ByBunga Lestari

Jan 19, 2026

Jakarta, Intra62.com – Tingkat kasus DBD demam berdarah dengue di Jakarta Barat korban meningkat dari Oktober hingga Desember 2025.

Menurut Sahruna, kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, pada Oktober 2025 tercatat 160 kasus, November 161 kasus, dan Desember meningkat menjadi 163 kasus.

Baca Juga : Dinkes DKI Melakukan Monev Untuk Mengawasi Kasus COVID Dan ISPA.

“Sementara itu, tercatat 19 kasus DBD di Jakarta Barat dari Januari 2026 hingga 15 Januari pukul 16.00 WIB,” katanya.

Ia menyatakan bahwa, dari 1 hingga 15 Januari 2026, Kebon Jeruk memiliki jumlah kasus tertinggi dengan tujuh; Kembangan memiliki empat kasus berikutnya.

Dia menyatakan bahwa ada tiga kasus DBD di Kalideres, dua di Tambora, dan satu saru di Taman Sari, Grogol Petamburan, dan Cengkareng, sementara di Palmerah tidak ada kasus DBD.

Ia menyatakan bahwa prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa kondisi iklim pada Januari 2026 akan mendukung perkembangan nyamuk aedes aegypti.

“Kelembaban udara diperkirakan mencapai 82 persen, berada dalam rentang kelembaban 71–83 persen yang ideal untuk nyamuk, dengan suhu 24–31 derajat Celsius.” Katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pengendalian DBD masih dilakukan melalui pemantauan vektor atau jentik nyamuk, dengan peran dan masyarakat diutamakan.

Selain itu, dia menyarankan agar masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara teratur untuk mencegah penyebaran DBD.

(Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/