Boyolali , intra62.com . Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi menduga kecelakaan yang terjadi tol Solo-Ngawi, tepatnya di Km 498+800 jalur B atau dari arah Surabaya menuju Jakarta, karena sopir mengantuk.
“Sementara ini kami menduga ada beberapa hal, yang pertama waktu kejadian saat sedang normal-normalnya manusia dalam keadaan tertidur. Kami menduga sopir mengantuk,” katanya di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu.
Dengan demikian, dia mengimbau pengemudi untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
Dia mengatakan, “Utamakan keselamatan, jangan tertidur. Sedetik saja bisa menghilangkan nyawa diri sendiri atau orang lain.”
Sebuah hipotesis tambahan adalah overcapacity. Menurutnya, jika kendaraan memiliki kapasitas yang berlebihan, daya kerja rem akan berkurang.
Dengan mengundang beberapa ahli, akan kami kembangkan selama proses penyelidikan dan penyelidikan.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar pengemudi dan kendaraan dalam kondisi baik.
Dia menambahkan, “Perhatikan atau cek kendaraan atau pengemudi. Kalau capek istirahat, jangan memaksakan kalau mengantuk.”
Selain itu, armada wisata yang membawa turis dari Surabaya ke Yogyakarta terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Baca juga : Polisi Pemalang Menyelamatkan Truk Ekspedisi yang Terbakar di Tol Pemalang.
Dia mengatakan bahwa ada 22 penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Surabaya ke Yogyakarta.
Kecelakaan itu menyebabkan enam orang meninggal dunia, sedangkan empat belas orang mengalami luka ringan dan dua orang selamat.
Sejauh yang diketahui, enam orang meninggal, empat di antaranya adalah penumpang dewasa dan dua balita.
( redx )
