Jakarta, Intra62.com – Sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dimulai akhir bulan ini, PM Korea Selatan Kim Min-seok, Rabu, menyerukan tindakan tegas terhadap ujaran kebencian dan diskriminasi terhadap wisatawan asing.
Kim menyampaikan seruan tersebut dalam rapat keamanan publik bersama sejumlah menteri terkait, termasuk Menteri Luar Negeri Cho Hyun dan Menteri Dalam Negeri Yun Ho-jung. Ini dilakukan di tengah banyaknya demonstrasi anti-China yang terjadi di seluruh Seoul.
“Pemerintah memandang pertemuan APEC bukan sekadar ajang diplomatik, tetapi juga kesempatan untuk menampilkan martabat nasional Republik Korea yang telah pulih,” katanya, merujuk pada pertemuan yang akan berlangsung di Kota Gyeongju, wilayah tenggara Korea Selatan, dari 31 Oktober hingga 1 November.
Baca Juga : Mengetahui Kepemilikan Verponding: Bukti Kepemilikan Tanah Di Belanda.
Kim menekankan bahwa tindakan kebencian terhadap warga asing terus terjadi di berbagai tempat, yang dia anggap merugikan reputasi negara.
Dia menyatakan, “Tindakan destruktif seperti ini sangat memprihatinkan karena tidak hanya menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga asing, tetapi juga mengganggu kegiatan usaha para pedagang kecil setempat.”
Ia mengakui bahwa kebebasan berpendapat sangat penting, tetapi dia menekankan bahwa itu harus dilakukan tanpa melanggar hak atau keselamatan orang lain.
PM Korea Selatan Kim menyatakan, “Saya percaya bahwa tindakan diskriminatif dan ungkapan yang merendahkan terhadap orang asing harus dihapus sepenuhnya, karena hal itu mencederai martabat dan posisi Republik Korea di dunia internasional.”
Ia menegaskan bahwa setiap kementerian diminta untuk menegakkan hukum secara tegas dan konsisten terhadap segala bentuk diskriminasi dan kebencian terhadap wisatawan asing dan bisnis kecil.
( Red ).
