Jakarta, Intra62.comĀ – Dewi Astutik buron sabu juga dikenal sebagai PA, ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan BAIS dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun. Di Kamboja, dewi ditangkap.
Selasa (2/12/2025), Dewi akan dikirim ke Indonesia hari ini. Operasi penangkapan tersebut diawasi langsung oleh kepala BNN.
Segera setelah Dewi tiba di Indonesia, BNN mengadakan konferensi pers untuk membahas kasusnya. Namun, belum ada informasi rinci tentang penangkapannya.
Sebelumnya, Dewi Astutik menjadi perhatian publik setelah namanya didaftarkan sebagai buron Interpol dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun. Dewi juga disebut sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di beberapa negara Asia.
Menurut Gunawan, Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung, Dewi tinggal di Dukuh Sumber Agung pada tahun 2009. Dewi tinggal di tempat itu setelah menikah dengan orang lokal.
Orang-orang di Dusun Sumber Agung tahu bahwa Dewi adalah seorang TKW yang bekerja di luar negeri. Menurut Gunawan, Dewi beberapa kali pindah ke negara lain untuk mencari pekerjaan.
Dia juga menambahkan, “Jika fotonya benar-benar warga RT 1, RW 1, dia memang bekerja sebagai TKW di luar negeri. Dia mengatakan bahwa dia bekerja di Taiwan, Hong Kong, dan terakhir di Kamboja.”
Saat BNN mengungkap penyergapan besar-besaran jaringan narkoba internasional, nama Dewi muncul. Perempuan ini dianggap sebagai pelaku utama dalam penyelundupan 2 ton sabu senilai 5 triliun rupiah.
Mbah Misiyem, tetangga Dewi di Sumber Agung, mengatakan bahwa Dewi sering mengubah gaya rambut dan dandanan. Dia sering tampil dengan berbagai gaya.
Mbah Misiyem berkata, “Awalnya rambutnya pendek, tapi sering berubah-ubah.”
Mbah Misiyem mengatakan bahwa Dewi pernah pamit untuk bekerja ke Kamboja setelah Lebaran 2023 karena dia bingung tinggal di rumah tanpa pekerjaan tetap.
Setelah Lebaran, dia memutuskan untuk bekerja di Kamboja. Saya sempat bertanya: mengapa jauh sekali? Misiyem menambahkan, “Dia bilang di rumah tidak ada kerjaan. Saya juga tanya suaminya ditinggal di mana, dia bilang tidak apa-apa.”
Dikenal bahwa Dewi sempat bekerja di Taiwan selama beberapa tahun sebelum akhirnya berangkat ke Kamboja. Dia kemudian pulang ke rumahnya di Ponorogo untuk sementara waktu sebelum akhirnya pergi ke sana.
Mbah Misiyem berkata, “Liburnya hanya sebulan di rumah, terus berangkat lagi.”
(Red).
