Jakarta, Intra62.com – Sebuah laporan mengatakan bahwa China dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan mengenai harga ekspor kendaraan listrik baterai (BEV).
Sebagaimana dilaporkan oleh Carnewschina pada Senin waktu setempat, kedua pihak setuju bahwa sebagai pengganti tarif anti-subsidi, panduan umum harus diberikan kepada eksportir BEV China ke Uni Eropa.
Sebelumnya, Uni Eropa akan memberlakukan tarif anti-subsidi pada 2024 untuk kendaraan listrik baterai buatan China.
Meskipun China tidak setuju dengan kebijakan tersebut, Uni Eropa memberlakukan tarif hingga 35,3% di atas tarif standar 10%.
Pada Januari 2026, Kementerian Perdagangan China mengumumkan konsensus bersama mengenai konsultasi China-Uni Eropa tentang kasus anti-subsidi UE.
Dokumen Panduan tentang Pengajuan Penawaran Jaminan Harga akan dirilis oleh Uni Eropa.
Uni Eropa akan menilai setiap penawaran jaminan harga secara adil, objektif, dan sesuai dengan aturan WTO yang relevan.
Menurut Kamar Dagang dan Eksportir Mesin dan Produk Elektronik Tiongkok (CCCME), Komisi Eropa telah berjanji untuk melakukan peninjauan objektif atas permohonan yang diajukan oleh perusahaan Tiongkok, meskipun belum jelas apakah tarif anti-subsidi hingga 35,3 persen akan dihapus.
Perusahaan yang memenuhi syarat dapat menggantikan bea anti-subsidi dengan jaminan harga.
Menurut CCCME, kesepakatan harga akan berfungsi sebagai alternatif tarif.
Setiap produsen kendaraan listrik Tiongkok akan menerima harga impor minimum dari Uni Eropa.
Para ahli Kamar Dagang Tiongkok menggambarkan pemberitahuan ini sebagai awal yang menyenangkan dalam hal tarif anti-subsidi.
Baca Juga : Tahun 2025, 80.000 Orang China Mengunjungi Taman Angkor di Kamboja.
(Red).
