Jakarta, Intra62.com – Pada Minggu (4/1), perusahaan milik Kamboja, Angkor Enterprise, melaporkan bahwa Taman Angkor menampung 80.144 wisatawan asal China pada tahun 2025, penurunan 3% dari angka tahun 2024.
Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah wisatawan asing yang datang ke situs warisan dunia UNESCO terbesar keempat adalah dari China, diikuti oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Pada tahun 2025, total 955.131 wisatawan asing datang ke Taman Angkor dari 197 negara dan wilayah, menurun 6,7 persen secara tahunan (tahun ke tahun/tahun). Pendapatan kotor taman sebesar 44,7 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.725) juga turun 6,5 persen.
Thourn Sinan, kepala Pacific Asia Travel Association cabang Kamboja, mengatakan industri pariwisata Kamboja telah terpengaruh oleh penipuan online dan konflik perbatasan baru-baru ini dengan Thailand.
Dia memberi tahu Xinhua bahwa sektor pariwisata Kamboja menghadapi tantangan pada tahun 2025. Jika kita tidak memberantas penipuan online, itu akan tetap menjadi tantangan pada tahun 2026.
Thong Mengdavid, Wakil Direktur Pusat Studi China-ASEAN di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja di Phnom Penh, mengatakan bahwa kebijakan uji coba bebas visa Kamboja untuk warga negara China yang akan berlaku dari 15 Juni hingga 15 Oktober kemungkinan besar akan meningkatkan jumlah pengunjung asal China.
“Saya yakin jumlah wisatawan China ke taman Angkor akan meningkat tahun ini, didukung oleh konektivitas udara yang kuat dan promosi yang efektif,” katanya kepada Xinhua.
Taman Arkeologi Angkor, destinasi wisata populer di Asia Tenggara, terletak di barat laut Provinsi Siem Reap. Ini adalah rumah bagi 91 kuil kuno yang dibangun dari abad kesembilan hingga ke-13.
Baca Juga : JOGLO SINOM KAWASAN TAMAN SENDANG BANDUNG
(Red).
