Jakarta, Intra62.com – Pada jumpa pers pertamanya pada Selasa di Hotel Mulia, Jakarta, John Herdman, pelatih baru tim nasional Indonesia, mengatakan dia tidak takut dengan tekanan besar yang dihadapinya sebagai pelatih tim Garuda.
Tekanan itu unik. Herdman menyatakan, “Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, dan kemudian Anda juga memikul negara ini.”
Herdman tidak melihat masalah ini dari satu sudut pandang; sebaliknya, dia berpendapat bahwa tekanan bisa menjadi “anugerah”, karena dorongan pendukung dapat meningkatkan timnya setiap kali mereka bermain.
Pelatih asal Inggris itu menyatakan, “Sekarang, itu bisa jadi kutukan atau anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain.”
Saya senang saat sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, saya memahaminya. Saya akan memberi tahu para pemain bahwa tekanan adalah anugerah. Dia juga menyatakan bahwa mereka akan mendengar para penggemar dan menggunakan energi mereka.
Setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak pada babak kualifikasi putaran keempat di bawah asuhan Patrick Kluivert, Indonesia gagal bermain di Piala Dunia 2026 pada Oktober tahun lalu.
Kegagalan ini mengakibatkan kontrak pelatih asal Belanda itu diputus setelah bekerja selama sepuluh bulan sejak ditunjuk pada bulan Januari.
Saat edisi 100 tahun Piala Dunia dimulai di Maroko, Portugal, dan Spanyol, serta di Uruguay, Argentina, dan Paraguay, ada empat tahun lagi kemungkinan untuk lolos.
Herdman, bagaimanapun, menyatakan bahwa membuat Indonesia bermain di Piala Dunia tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Ia mencontohkan bahwa membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 membutuhkan 36 tahun atau empat tahun sejak Alphonso Davies dan rekannya ditunjuk sebagai pelatih pada 2018.
Pelatih Consett dari Inggris menyatakan, “Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana.”
(Red).
