Jakarta, Intra62.com – Usai kalah pada Pilpres 2024, Ganjar Pranowo akhirnya mendeklarasikan menjadi oposisi pemerintahan. Ganjar juga menyatakan tidak akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal itu disampaikan Ganjar saat acara halal bihalal tim pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. Turut hadir mantan cawapresnya Mahfud MD di Jalan Teuku Umar 9, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5/24).
“Saya declare pertama, saya tidak akan bergabung di pemerintahan ini, tapi saya sangat menghormati pemerintahan ini,” ungkap Ganjar.
Mengutip dari CNN Indonesia, Ganjar menegaskan, sebagai oposisi, dirinya tidak akan mencemooh pemerintahan Prabowo-Gibran ke depannya. Meski demikian, ia tetap menyampaikan kritiknya dengan cara yang benar, misalnya melalui jalur parlemen.
“Sehingga moralitas politiknya ada, cara berpolitik yang benar musti naik kelas, dan semua sama-sama terhormat, tidak perlu saling mencibir karena mencibir kita yang paling benar adalah di jalur yang pas, apa itu? Jalur parlemen. Itulah cara yang paling bagus. Kita bisa melakukan tindakan-tindakan yang pas untuk melakukan suatu kontrol,” tutur Ganjar.
Baca juga:
- Pemerintahan Prabowo-Gibran Tanpa Ada Oposisi
- Kalah Pilpres, Anies Belum Ada Niat Buat Ormas atau Partai
Spekulasi soal Ganjar menjadi oposisi Prabowo-Gibran sebenarnya sudah bisa dinilai dari ucapannya usai selesainya sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi. Ganjar dengan lantang menegaskan bahwa dia akan berdiri di luar pemerintahan.
“(Tawaran jadi menteri) Itu sudah saya jawab berkali-kali. Biar bedakan antara sikap politik dengan penghormatan kepada pemenang. Saya menghormati pemenang tetapi sikap politik saya lebih baik kami di luar (pemerintahan),” seru Ganjar.
Ganjar juga mengatakan, sikapnya kemungkinan besar akan sejalan dengan PDIP yang juga memilih menjadi oposisi. Namun sejauh ini PDIP belum memutuskan apakah akan menjadi oposisi atau koalisi.
