Jakarta, Intra62.com – Pemerintah memiliki banyak program pemutihan dan keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB).
Tarif PKB kembali normal karena tidak ada program pemutihan di provinsi Jawa Tengah. Sebelum ini, tunggakan pajak dihapus jika mereka dibayar tahun berjalan.
Bahkan saat ini, beberapa provinsi di Indonesia masih mengadakan program pemutihan. Namun, pemerintah dapat menagih sampai rumah jika masyarakat terus menghambat program dengan tidak membayar pajak atau tunggakan.
Menurut Danang Wicaksono, Kepala Bidang PKB Bapenda Jawa Tengah, pemerintah berusaha menekan nilai piutang pajak melalui program Samsat door to door, atau menagih sampai rumah.
“Anggaran untuk program ini terbatas, sehingga bisa dibilang tidak bisa menyelesaikan semua piutang pajak, sehingga pihak pemerintah harus melakukan strategi yang efisien dalam menagih, sehingga belum bisa semua didatangi ke rumah,” kata Danang
Untuk meningkatkan efisiensi program, Danang mengatakan bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan, mulai dari yang paling ringan hingga sampai didatangi ke rumah.
Danang menyatakan, “Pertama, kami akan melakukan sengkuyung, atau pengingat kepada masyarakat bahwa ada pajak yang harus dibayarkan. Kami bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota, dan ini dilakukan mendekati jatuh temponya.”
Danang menyatakan bahwa jika jatuh tempo tiga bulan setelahnya tetap diabaikan, petugas akan melakukan penagihan dengan mengirimkan surat tagihan kepada masyarakat melalui pesan WhatsApp—atau metode yang kami sebut blasting—.
Danang menyatakan bahwa penagihan melalui pesan WhatsApp tentu lebih murah daripada mendatanginya langsung dengan memberikan surat fisik. Metode ini juga lebih efisien, karena orang yang terakhir akan dikunjungi ke rumah.
Dari anggaran tersebut, menurut Danang, akan dipilih berdasarkan keadaan di tempat kerja, dengan prioritas diberikan pada piutang yang besar seperti mobil.
Danang mengatakan bahwa petugas mungkin mengejar kendaraan roda dua karena nilai piutang besar dan lokasi yang dekat. Namun, meskipun motor murah juga mungkin ditargetkan, ini karena anggaran terbatas.
Danang mengatakan bahwa pendekatan yang menugaskan semua orang untuk datang ke rumah dianggap lebih efektif, meskipun hasilnya lebih besar.
Danang menyatakan, “Jika anggaran program penuh, ya kami pasti akan datangi semua setiap penunggak pajak, tidak akan dipilih-pilih.”
Oleh karena itu, petugas pajak dapat datang ke rumah orang-orang yang merasa memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor dan memberikan tagihan untuk segera membayarnya.
Baca Juga : Mamdani Janji Reformasi Sosial Dan Pajak Di AS
(Red).
