Jakarata, Intra62.com – Danantara mengelolah BUMN kemungkinan semuanya menurut Dony Oskaria, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semua BUMN akan bergabung dengan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada akhir Maret 2025.
Ia membuat pernyataan tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Komisi VI DPR RI mengenai tahap lanjutan pembentukan Danantara. Rapat tersebut dilakukan secara tertutup selama hampir tiga jam dan membahas bidang perdagangan, kawasan perdagangan, pengawasan persaingan usaha, dan BUMN.
Dony mengatakan, “Insyaallah mudah-mudahan, tentu sudah kami lakukan inbreng sebelum RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Semua BUMN inbreng sekaligus.”
Melakukan inbreng perusahaan BUMN ke dalam dana kekayaan tetap adalah tahapan berikutnya dari pembentukan Danantara. Inbreng BUMN adalah penyertaan atau penyetoran aset perusahaan BUMN ke dalam suatu perusahaan, dalam hal ini Danantara, sebagai bagian dari modal.
Selain itu, Danantara Mengelolah BUMN yang asetnya adalah PT, bukan Perusahaan Umum (Perum), dan pemerintah masih melakukan penyelidikan tentang masa depan PT.
Dengan dana awal 20 miliar dolar, Danantara akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar. Dony Oskaria, Wakil Menteri BUMN, akan mengelola holding operasional dan Pandu Sjahrir akan mengelola holding investasi.
Sebelum ini, Bambang Brodjonegoro, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional, mengumumkan bahwa setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan diawasi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai Maret 2025. (Red)
