Jakarta, Intra62.com –
Dalam melaksanakan Operasi Patuh 2026, yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia dari 8 hingga 21 Juni 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengutamakan pendekatan humanis.
Menurut Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, tujuan operasi tahun ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Agus menyatakan dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Rabu bahwa tahun ini Operasi Patuh harus berbeda. Masyarakat harus patuh bukan karena takut kepada petugas, tetapi karena kesadaran untuk tertib dan selamat di jalan.
Agus menegaskan bahwa, meskipun pendidikan dan pendekatan humanis digunakan, penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas masih dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun budaya lalu lintas yang tertib.
Dia menyatakan bahwa tujuan utama Operasi Patuh adalah untuk mengurangi jumlah pelanggaran lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, dan kematian akibat kecelakaan.
Menurutnya, tujuan utama operasi Korlantas adalah mengurangi pelanggaran lalu lintas, peristiwa kecelakaan, dan angka kematian korban.
Selain itu, dia menyatakan bahwa sasaran Operasi Patuh 2026 adalah 20% kegiatan preemtif, 30% preventif, dan 50% represif atau penegakan hukum.
Dia menyatakan, “Kami mengharapkan Operasi Patuh ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.”
Korlantas Polri berharap melalui Operasi Patuh 2026 dapat menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
Baca Juga : Google, Korlantas, dan Jasa Marga Menggabungkan Data Mudik 2026.
Baca Juga : Korlantas: Selama Nataru, Kendaraan Bersumbu Tiga Dilarang Melintasi Jalan Raya.
(Red).
