Jakarta, Intra62.com – Menurut Hanif Rahadian, analis dan pemerhati pertahanan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), TNI harus tetap fokus pada tugas utamanya yaitu memperkuat pertahanan negara, selama keterlibatannya dalam pengelolaan pertahanan.
Selasa, Hanif mengatakan bahwa hal yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak mengurangi fokus TNI terhadap tugas utamanya sebagai alat pertahanan negara.
Di tengah ancaman pertahanan negara yang semakin kompleks, Hanif mengatakan bahwa TNI masih perlu memperhatikan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pertahanan negara.
Baca juga : Kerja Sama Militer TNI AD Dengan Angkatan Darat Singapura Diperkuat.
Langkah-langkah itu, lanjut Hanif, seperti peningkatan profesionalisme prajurit, pembinaan kekuatan, modernisasi alutsista, latihan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik ancaman yang bersifat konvensional maupun ancaman yang sifatnya hibrida.
“Pada akhirnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari besarnya keterlibatan suatu institusi, tetapi dari seberapa baik kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat berjalan. Dengan pembagian peran yang jelas, koordinasi yang kuat, serta tetap menempatkan TNI pada fungsi strategisnya dalam mendukung ketahanan nasional,” katanya menjelaskan.
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara panen raya bersama TNI di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7), menyatakan ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian.Prabowo menjelaskan bahwa ketahanan pangan berkaitan dengan kebutuhan hidup seluruh rakyat, sehingga gerakan nasional diperlukan untuk mewujudkannya.
Prabowo menjelaskan bahwa ketahanan pangan berkaitan dengan kebutuhan hidup seluruh rakyat, sehingga gerakan nasional diperlukan untuk mewujudkannya.
Saya mengucapkan selamat atas panen raya TNI terintegrasi yang diadakan secara serentak di 43 lokasi di seluruh Indonesia. Di hadapan para pejabat negara, perwakilan petani, dan perwakilan asosiasi pengusaha pertanian di Lanud Abdulrachman Saleh pada Jumat (17/7) Presiden Prabowo menyatakan, “Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya masalah Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa.”
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengingat peristiwa panen raya jagung yang diorganisir oleh Polri dua bulan sebelumnya. Pada hari berikutnya, pada Jumat, panen raya serentak diadakan di 43 lokasi yang merupakan markas dan lahan konstruksi tiga matra TNI: TNI Angkatan Darat membangun lahan padi, TNI Angkatan Laut membangun lahan kedelai, dan TNI Angkatan Udara membantu para petani tebu.
Presiden menyatakan, “Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya menjaga keamanan dan pertahanan negara, tetapi juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat.”
(Red).
