Jakarta, Intra62.com –
Pada hari Kamis, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengadakan Gelar Wicara Pengembangan Batik dan Produk Batik Situbondo. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekosistem UMKM, terutama para perajin batik di daerah tersebut.
Menurut Achmad, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya BI Jember untuk membantu usaha kecil dan menengah (UMKM), terutama dalam bidang batik, untuk mencapai visi misi pemerintah setempat.
Di sela acara di Aula Pemkab Situbondo, Jawa Timur, Kamis, Achmad menyatakan bahwa selain presentasi tentang pengembangan batik, kegiatan hari ini juga menampilkan produk batik dari perajin di Situbondo.
Achmad mengatakan bahwa wilayah Situbondo memiliki potensi batik yang cukup besar untuk terus dikembangkan seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.
Dia menegaskan bahwa dengan meningkatkan keterampilan perajin batik, mereka diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mandiri di masa depan.
Achmad juga memberikan gelar seminar tentang pengembangan dan produk batik Situbondo. Selain itu, dia menghadirkan tiga narasumber: perancang batik dari Banyuwangi, perajin Godo Batik Sekar Jagat Blamabangan dari Banyuwangi, dan perajin Batik Jokotole dari Madura.
Dia menjelaskan, “Kami menghadirkan tiga narasumber agar perajin batik Situbondo mendapatkan wawasan tambahan tentang batik.”
Andi Jaka Setiyawan, Sekretaris Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo, mengucapkan terima kasih kepada Kantor Perwakilan BI Jember karena telah memberikan kesempatan kepada para perajin batik Situbondo untuk meningkatkan kemampuan mereka di bidang batik.
Dia menyatakan bahwa ada puluhan orang yang menghadiri seminar pengembangan batik, dan sebagian besar perajin batik juga menampilkan produknya dalam kegiatan ini.
Baca Juga : Mengubah Kudus Menjadi Kota Perdagangan dan Industri, BRI Finance Membantu Pemkab.
Baca Juga :Mensos Mengharapkan Pemkab Sidoarjo Membuka Sekolah Umum Pada Tahun 2026.
(Red).
