Jakarta , Intra62.com . Banjir Bali di lihat dari sisi yang lain , apa gerangan . Cuaca yang super ekstrim kah yang melanda Bali , hujan lebat mengguyur Bali sampai semua daratan bali dipenuhi air . Dan atau akibat proyek infrastruktur yang tidak seimbang dengan alam ?.
Direktur Executif Center Studies of Public Policy ( CSPP ) , Anis Fu’ad Ir , mengatakan ekosistem alam semesta membutuhkan kesetimbangan yang relatif terukur . Baik air dan tanah yang berada disekitar kita mempunyai neraca balance yang tetap . Artinya jika terjadi pengalihan fungsi tanah maka akan otomatis akan terbentuk sistem sirkulasi air yang tidak terrencana ( liar ).
Hal wajar apabila perubahan lahan dan fungsi tanah tidak barengi dengan perubahan tata irigasi air . Maka peluang untuk banjir akibat tidak tersedia lahan irigasi akan semakin cepat dan masif , ” jelas Anis .
Sehingga apabila ada cuaca ekstrim – hujan deras lebih dari tiga hari maka longsor , pohon tumbang dan banjir bandang tidak terelakkan lagi , ” kata Anis ketika ditemui di Kantor sore ( 10/7/2023 ) .
Akibat dari manajemen tata lingkungan yang tidak terkontrol menimbulkan kerugian material dan Immaterial . Kerugian material ditaksir sekitar 400 juta lebih . Bahkan menurut data BPBD ada 6 nyawa menjadi meinggal dunia . Dan masih ada yang taraf pencarian .
Baca juga : Wisatawan Berlibur Cuaca Ekstrem, Air Terjun dan Pantai Waspada
Pihaknya , memberi gambaran bahwa ada rencana pembanguna proyek terminal LNG di pesisir pantai Sanur . Pembangunan ini tentunya merusak kawasan Hutan Mangrove , setidak kurang lebih ada 14,5 hektar mangrove .
Mestinya pemerintah membuat mitigasi plan agar kesetimbangan ekosistem akibat konversi lahan tetap terjaga . Hal ini apabila tidak direncanakan dengan baik , tidak mustahil Bali tenggelam , ” ujarnya .
Pemerintah tidak boleh gegabah dalam menerapkan kebijakan publik . Harus ada Analisa dampak Lingkungan dan juga wajib ada analisa dampak manusia baik secara ekonomi maupun sosial . ( Tim red )
