Jakarta, Intra62.com – Menurut Shan Saeed, Chief Economist Juwai IQI Global, ekonomi Indonesia tengah memiliki stabilitas struktural yang jarang ditemukan di negara berkembang lainnya di wilayah tersebut.
Untuk kuartal ketiga tahun 2025, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan tahunan (yoy) sebesar 5,04% atau quarter on quarter (qoq) sebesar 1,43%.
Menurut Saeed, capaian Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2025 merupakan jeda yang sehat dalam lintasan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, bukan tanda perlambatan.
Menurutnya, berkat kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang ketat serta fundamental domestik yang kuat, Indonesia masih menjadi jangkar ketenangan makroekonomi di kawasan ASEAN.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan antara 5,0 dan 5,8 persen (yoy) pada tahun 2025.
Saeed menegaskan stabilitas struktural ekonomi Indonesia siap untuk kembali berjalan pada akhir tahun 2025.
Pada Oktober 2025, PMI manufaktur tercatat naik ke level 51,2, melanjutkan fase pertumbuhan selama 25 bulan berturut-turut. Ini menunjukkan pesanan baru dan aktivitas ekspor yang positif.
Kemudian, pada September 2025, ada surplus neraca perdagangan sebesar 3,2 miliar dolar AS, menandai 65 bulan berturut-turut posisi neraca positif, didukung ekspor logam EV seperti kobalt, tembaga, dan nikel.
Wisatawan asing mencapai 11,2 juta dari Januari hingga September 2025, dan diperkirakan akan mencapai 14 juta pada tahun 2025. Pariwisata memberikan kontribusi sekitar 1,2 poin persentase terhadap PDB sektor jasa.
Selain itu, indeks penjualan ritel meningkat 3,1 persen (yoy) pada September 2025, sementara inflasi stabil di 2,86 persen (yoy) pada Oktober 2025, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap stabil.
Baca Juga : BPJPH Mengatakan Sertifikasi Halal Membantu Ekonomi Negara.
( Red ).
