Jakarta, Intra62.com –
Hasil penelitian dari Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI menunjukkan bahwa Program MBG menurunkan pengeluaran masyarakat dan meningkatkan pendapatan.
Prof. Fentiny Nugroho, Guru Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI, memimpin penelitian ini, bersama dengan Dr. Annisah, Dr. Anna Sakreti Nawangsari, Dr. Arif Wibowo, dan Shinta Tris Irawati M.Kesos.
Penelitian ini mengkaji pengaruh Program MBG terhadap dinamika ekonomi rumah tangga, mulai dari perubahan struktur pendapatan hingga pola pengeluaran keluarga, kata Prof. Fentiny di UI Campus Depok, Rabu.
Dia menyatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu menggerakkan dana hingga Rp10–12 miliar per tahun. Sebanyak 85 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku dari petani lokal. Setiap SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang dan melibatkan puluhan petani dan pemasok.
Ia menambahkan bahwa relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan SPPG sekarang memperoleh penghasilan harian sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per orang. Ini dianggap sebagai pendapatan yang signifikan bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
Menurutnya, mereka senang karena sekarang memiliki penghasilan harian yang relatif stabil, berkisar antara Rp100 ribu dan Rp125 ribu.
Penelitian ini menemukan bahwa, selain meningkatkan pendapatan sebagian masyarakat, ada penurunan pengeluaran rumah tangga bagi keluarga penerima manfaat Program MBG, terutama untuk kebutuhan pangan. Keluarga miskin dan rentan miskin paling terkena dampak ini.
Sebagian orang tua menyatakan bahwa karena mereka tetap memasak di rumah seperti biasa, pengeluaran mereka tidak banyak berubah.
Dalam jangka pendek, Prof. Fentiny mengatakan bahwa Program MBG dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang berkaitan dengan akses terhadap makanan bergizi.
Selain itu, program ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan melalui penyerapan tenaga kerja pada SPPG dan UMKM mitra, peningkatan pendapatan relawan dan pekerja UMKM, dan penurunan pengeluaran keluarga.
Dalam jangka panjang, program ini juga dapat meningkatkan kualitas SDM. Dipercaya bahwa asupan nutrisi yang sehat dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, termasuk perkembangan fisik, kecerdasan kognitif, kesehatan, dan partisipasi pendidikan.
Menurut Prof. Fentiny, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan nutrisi yang baik sehingga di masa depan mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan dan membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
Namun, penelitian ini juga memberikan beberapa saran untuk meningkatkan Program MBG di masa mendatang. antara lain, perlu dilakukan evaluasi tentang apa yang dibutuhkan penerima manfaat untuk jenis menu tertentu, mempertimbangkan keinginan anak untuk menentukan jenis menu, dan memprioritaskan daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi sebagai sasaran program.
Perbaikan fasilitas makan yang higienis dan berkualitas tinggi juga dinilai penting. Selain itu, penelitian ini mengusulkan bahwa kantin sekolah yang terdampak program dapat didukung sebagai organisasi bisnis yang menyediakan bahan baku untuk SPPG.
Dengan berbagai hasil dan rekomendasi yang dihasilkan, Program Pemeliharaan Gizi Masyarakat (MBG) diharapkan tidak hanya mengubah pemenuhan gizi masyarakat tetapi juga dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan.
Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, diskusi kelompok terarah (FGD), wawancara mendalam, dan studi dokumen. Studi dilakukan di tiga daerah: Jakarta Timur, Depok, dan Tangerang Selatan.
Baca Juga : KPK Mulai Mengidentifikasi Potensi Korupsi Setelah BGN Menerima Banyak Aduan Terkait Mark Up Anggaran MBG.
Baca Juga : Anggota DPR meminta agar anggaran MBG tidak Mengandung Informasi Palsu.
(Red).
