Jakarta, Intra62.com –
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membentuk Satuan Tugas Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program MBG di wilayah tersebut.
Kamis, Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan bahwa Satgas MBG terdiri dari Badan Gizi Nasional (BGN), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan TNI-Polri.
“Kami sudah membuat bentuk di Mimika dan hari ini mereka mulai rapat. Kami mau melihat apakah kemampuan pelaksanaan MBG ini sesuai atau tidak,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan nasional, seperti Mimika, mengharuskan daerah memiliki Satgas MBG.
Program MBG Mimika dimulai pada Juli 2025. Saat ini, Kota Timika memiliki 14 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kota.
Namun, karena koordinasi antara Pemkab Mimika dan BGN belum berjalan dengan baik, pelaksanaannya dinilai belum maksimal.
Dia menyatakan bahwa contoh seperti pembentukan SPPG tidak diberitahukan kepada mereka. Bahkan, saat memilih sekolah, mereka seharusnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Meskipun demikian, banyak sekolah di Kota Timika telah menerima layanan MBG. Pemkab Timika berharap Satgas MBG dapat meningkatkan pengawasan dan memastikan program berjalan dengan baik.
Johannes menyatakan bahwa memilih sekolah yang akan menerima MBG sangat penting. Seharusnya dimulai dari sekolah yang paling membutuhkan dan harus diprioritaskan. Ini menjadi bahan evaluasi sehingga kami membentuk Satgas MBG.
Program MBG belum digunakan untuk wilayah pesisir dan pegunungan Mimika.
Dengan bantuan program pemberian makanan tambahan yang dibiayai dari dana Otonomi Khusus (Otsus), pemkab Mimika terus mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.
Baca Juga : Mengubah Kudus Menjadi Kota Perdagangan dan Industri, BRI Finance Membantu Pemkab.
(Red).
