Jakarta, Intra62.com – BMW, produsen mobil asal Jerman, kembali melakukan penarikan atau recall ratusan ribu mobil di berbagai negara. Ada cacat teknis yang dapat menyebabkan kebakaran, sehingga langkah ini diambil.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu (11/2), BMW menyatakan bahwa penarikan ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan korsleting yang dapat menyebabkan kebakaran saat mobil sedang digunakan. Meskipun tidak menyebutkan jumlah unit di seluruh dunia, BMW mengkonfirmasi bahwa masalah ini berdampak pada 28.582 unit kendaraan di Jerman.
Sementara itu, seperti yang dilaporkan oleh publikasi industri otomotif kfz-betrieb pada Selasa (10/2), jumlah kendaraan yang mungkin terlibat dalam penarikan global ini dapat mencapai 575.000 unit.
Masalah teknis ini diketahui berasal dari sistem starter. Dalam kondisi tertentu, volume penyalaan mesin yang tinggi dapat menyebabkan sakelar starter mengalami keausan berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan korsleting listrik. Dalam kasus yang jarang terjadi, gangguan tersebut bahkan dapat menyebabkan kebakaran kendaraan saat digunakan.
Penarikan kembali ini mencakup berbagai model populer BMW, mulai dari seri 2, seri 3, seri 4, hingga seri 5. Mobil-mobil tersebut diproduksi dari Juli 2020 hingga Juli 2022.
Tidak ada yang baru dari BMW. Sebelumnya, pabrikan asal Munich tersebut telah menarik lebih dari 130.000 unit mobil di Jerman dan sekitar 200.000 unit di Amerika Serikat pada September lalu. Penarikan kala itu dilakukan karena kemungkinan kebakaran serupa pada komponen starter, termasuk beberapa unit tambahan yang dijual di pasar negara lain.
Pemilik BMW yang berada di rentang produksi tersebut harus mengetahui apakah mobil mereka terdaftar dalam daftar recall. Penanganan lebih awal dapat membantu mengurangi risiko saat mobil digunakan setiap hari.
Baca Juga : Ditaksir Lebih dari Rp2 Miliar Kerugian Akibat kebakaran 16 Rumah di Jaksel.
Baca Juga : Kebakaran Jagakarsa Menewaskan Satu Orang.
(Red).
