Jakarta, Intra62.com – Dalam kerja sama dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berusaha mendorong pembentukan lima hingga enam industri baru berbasis teknologi modern.
Di Jakarta, Selasa, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyatakan, “Kita ingin mengembangkan 5-6 industri kuat di mana pengembangannya industri baru berbasis teknologi. Nah pengembangannya kita akan bekerja sama, karena memang sekarang supply chain itu tidak bisa lagi hanya di dalam negeri, harus ada hubungan dengan industri di luar negeri.”
Menurut Fauzan, meskipun banyak bisnis skala kecil di Indonesia saat ini, mereka belum dapat berkembang secara optimal karena keterbatasan teknologi.
Dia menjelaskan bahwa bidang pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) adalah salah satu bidang yang memiliki potensi untuk dikembangkan lagi di Indonesia.
Kami memperkirakan bahwa jumlah PLTSa di Indonesia akan meningkat di masa mendatang. Menurutnya, tidak hanya kita menggunakan atau membeli teknologi dari luar, tetapi kita juga mengembangkan dan mengadopsi teknologi kita sendiri.
Fauzan menambahkan, “Nah proses transfer teknologinya itu bersama-sama dengan perusahaan asing karena memang mereka yang memiliki teknologi dan kita yang memiliki sumber daya manusia di Indonesia itu dilibatkan dalam proses pengembangan.”
Dia menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Jepang akan menghasilkan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Meskipun demikian, Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiksaintek), menyatakan bahwa kolaborasi penelitian dilakukan tidak hanya dalam pengembangan PLTSa, tetapi juga dalam industri lain seperti silikon, sel surya, semikonduktor, dan hilirisasi mineral.
Selain itu, dia memperkirakan bahwa dalam satu atau dua tahun mendatang, berbagai industri baru akan muncul.
Brian Yuliarto menyatakan, “Kita akan menawarkan kepada teman-teman pendidikan tinggi dan profesor-profesor. Jepang juga akan memberikan beberapa profesornya, dan juga industrinya kita akan libatkan.”
Baca Juga : 20,8 Juta Batang Mangrove Ditanam Di M4CR Oleh Kemenhut.
(Red).
