Jakarta, Intra62.com – Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, peningkatan produksi minyak nasional adalah bagian dari upaya Indonesia untuk mengantisipasi perubahan geopolitik, termasuk perselisihan politik di Venezuela.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan , Selasa, bahwa sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional dan optimalisasi produksi.
Untuk meningkatkan produksi minyak nasional, upaya untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dan teknik produksi seperti fracking, proses pemulihan minyak yang ditingkatkan (EOR), dan pengeboran horizontal.
Untuk menarik investor hulu migas, pemerintah juga menawarkan reformasi fiskal, percepatan perizinan, dan peningkatan investasi eksplorasi di wilayah perbatasan.
Pemerintah juga mengaktifkan 4.500 sumur idle untuk meningkatkan produksi.
Anggia menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi Venezuela.
Menurut Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, pemerintah belum melihat efek langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan dan harga BBM saat ini.
Setelah penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025–2026 di Jakarta, Senin (5/1), Laode menyatakan, “Kami sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil.”
Laode menyatakan bahwa pemerintah terus mengantisipasi dan memantau perkembangan situasi, termasuk dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap harga minyak dunia.
“Antisipasi itu selalu ada.”
Pernyataan-pernyataan tersebut dibuat sebagai tanggapan atas ketidakpastian politik yang sedang terjadi di Venezuela. Menurut media internasional, AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela, pada hari Sabtu (3/1).
Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pernyataannya bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Segera setelah itu, pemerintah Venezuela memberlakukan kondisi darurat nasional. Sehubungan dengan serangan unilateral AS, sejumlah negara telah mengeluarkan pernyataan resmi.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan, penghentian kekerasan, dan penyelesaian konflik secara damai.
Serangan militer AS juga dikecam oleh Rusia dan Iran, yang dekat dengan Venezuela.
Baca Juga : Menteri ESDM Memastikan Distribusi Energi Pemerintah Terus Di Aceh.
(Red).
