Jakarta, Intra62.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa pasokan stok beras di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap aman.
Amran menyatakan bahwa dia dan Menteri Dalam Negeri telah bekerja sama secara langsung untuk memastikan ketersediaan makanan, terutama stok beras, di tiga wilayah tersebut.
“Kami jamin tidak akan ada kekurangan pangan,” kata Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Ia menyatakan bahwa beberapa wilayah telah mengajukan permintaan beras, yang langsung dipenuhi meskipun belum ada surat resmi.
Menurutnya, “Kemarin ada permintaan 100 ton, ada juga 50 ton. Kami langsung keluar sekarang. Kami telepon, suratnya menyusul, karena ini darurat.”
Amran mengatakan bahwa cadangan beras telah ditempatkan di beberapa lokasi bencana sehingga dapat didistribusikan segera.
Dia berkata, “Beras sudah berada di titik bencana. Ada di Sumatera, ada gudang di Aceh, kemudian di Padang.”
Beras yang disalurkan berasal dari cadangan pangan untuk bencana, kata Amran. Untuk memastikan distribusi yang lancar, tim Kementan dan Bulog juga telah berada di beberapa lokasi.
Dia menyatakan, “Kami langsung katakan keluarkan beras sesuai permintaan. Sampai hari ini total permintaan mencapai 40 ribu ton.”
Selain itu, ia menyatakan bahwa berdasarkan saran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah, beras akan didistribusikan ke wilayah yang terkena dampak bencana.
Kami memenuhi semua daerah yang meminta, dan hanya administrasinya yang mengikuti. supaya saudara-saudara kita tidak kelaparan. Sekali lagi, kami memberikan beras, khususnya beras yang cukup,” katanya.
Amran menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan tim untuk segera melakukan pengecekan di lapangan sebagai tanggapan atas laporan bahwa harga beras 15 kilogram mencapai Rp500 ribu di Aceh Tengah.
“Saya pikir harganya tidak mungkin sebesar itu. Kami langsung cek, dan segera kirim pasokan beras ke sana karena ada beras di lokasi. Yang penting bahan pokok dulu kita bereskan,” katanya.
Baca Juga : BMKG: Musim Penghujan Masih Berlangsung Di Aceh Hingga Desember.
(Red)
