Jakarta, Intra62.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 dengan menyerahkan perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) ke lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.
Sebagai upaya untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh negeri, peluncuran diadakan Senin di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat.
Presiden Prabowo menyatakan dalam sambutannya bahwa peluncuran ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk membuat sistem pendidikan lebih maju dan sesuai dengan zaman.
Program Digitalisasi Pembelajaran adalah langkah strategis yang dimaksudkan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih interaktif, menyenangkan, dan merata di seluruh Indonesia.
Presiden menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya mencakup pemberian alat, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar baru yang inovatif, inklusif, dan berkeadilan untuk semua siswa di negara ini.
Baca Juga : Prabowo Meluncurkan Smartboard di SMPN 4 Bekasi.
Melalui integrasi perangkat digital, konten pembelajaran berkualitas, serta pelatihan yang masif, program ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan akses pendidikan, terutama bagi wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Program ini mencakup penyediaan perangkat utama seperti Papan Interaktif Digital (IFP), laptop, media penyimpanan konten, serta akses internet satelit dan panel surya untuk satuan pendidikan yang belum memiliki jaringan internet maupun akses listrik yang memadai.
Hingga saat ini, proses pengiriman perangkat telah mencapai 215.572 unit, dengan 172.550 perangkat sudah tiba di sekolah-sekolah dan 43.022 lainnya masih dalam perjalanan. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat tiba di sekolah penerima paling lambat Desember 2025.
Pemerintah juga menyiapkan konten pembelajaran berkualitas melalui platform Rumah Pendidikan, lengkap dengan bimbingan teknis untuk optimalisasi penggunaan IFP di ruang kelas.
Baca Juga : Prabowo: Smartboard Telah Dipasang di 75 Persen Sekolah Di Indonesia.
(Red).
