Jakarta, Intra62.com – Mahmoud Ali Youssouf, ketua Komisi Uni Afrika, membantah genosida yang terjadi di Nigeria utara, menepis tuduhan yang muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump.
“Tidak ada genosida di Nigeria utara,” kata Youssouf dalam pengarahan di markas PBB di New York, Rabu, menanggapi tuduhan tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa Uni Afrika telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa keadaan di Nigeria utara tidak dapat dibandingkan dengan keadaan di Sudan atau bagian timur Republik Demokratik Kongo.
Presiden Trump sebelumnya menyatakan genosida terhadap komunitas Kristen di Nigeria. Karena tuduhan itu, dia meminta militer AS mempersiapkan tindakan yang mungkin diambil terhadap kelompok militan Islam di negara itu.
Pemerintah Nigeria menolak tuduhan genosida terhadap orang Kristen dan berkomitmen untuk memerangi terorisme di seluruh negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria mengatakan, “Pemerintah terus berupaya melindungi semua warga tanpa memandang agama serta menyambut dukungan internasional dalam bentuk bantuan nonmiliter.”
Selama bertahun-tahun, Nigeria telah menghadapi serangan dari kelompok bersenjata seperti Boko Haram dan afiliasinya. Ribuan orang telah meninggal dan jutaan lainnya harus mengungsi.
Namun, Uni Afrika menganggap kekerasan di Nigeria utara sebagai konflik yang disebabkan oleh faktor politik, ekonomi, dan keamanan daripada genosida.
Youssouf meminta bantuan kemanusiaan dan peningkatan kapasitas pemerintah Nigeria bukan intervensi militer internasional.
Untuk mengatasi akar konflik di kawasan tersebut, kami mendorong dialog, rekonsiliasi antar-komunitas, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga :Awal Pertemuan Tatap Muka Prabowo Dengan Presiden Afsel.
(Red).
