Jakarta, Intra62.com – Sebuah laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan bahwa 40 KK terkena dampak banjir rob yang terjadi pada Senin (10/11) malam di Kelurahan Maesa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.
Ada satu ibu hamil, dua bayi, sebelas balita, dan tiga orang tua dari total penduduk yang terkena dampak. Di Palu, Selasa, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Akris Fattah Yunus menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Ia mengatakan 40 KK Terkena Dampak banjir rob disebabkan oleh air laut pasang dan curah hujan yang tinggi. Ini menyebabkan air laut meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di Kelurahan Maesa.
Baca Juga : PPSU Lakukan Pembersihan Pascabanjir Di Jati Padang.
Dia menyatakan bahwa meskipun banjir kadang-kadang mengganggu aktivitas warga, air telah surut dan kondisi di wilayah tersebut sekarang kembali normal.
“Saat ini air sudah mulai surut dan situasi di wilayah ini sekarang berangsur normal,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi terkait tindakan penanganan lanjutan.
Dia menyatakan bahwa perbaikan saluran pembuangan air dan pembangunan tanggul penahan air laut sangat diperlukan untuk mencegah banjir rob ulang.
Selain itu, mereka yang tinggal di daerah pesisir diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan air laut pasang dan curah hujan tinggi.
Baca Juga : Bencana Banjir Rob Telah Diantisipasi Oleh BPBD DKI.
(Red).
