Jakarta, Intra62.com – Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Cakung berencana untuk menutup TPS PIK (perkampungan industri kecil ) di Penggilingan, Jakarta Timur.
Encep Suryana, Kepala Satpel LH Kecamatan Cakung, menyatakan, “LH sebenarnya ingin menutup TPS PIK di Penggilingan Cakung ini terkait rencana.”
Banyak keluhan dari warga yang merasa terganggu oleh tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat dan menghambat akses ke jalan telah mendorong rencana ini.
Dia menyatakan bahwa karena pihaknya masih menunggu ketersediaan lokasi pengganti yang dapat digunakan sebagai TPS baru, tindakan tersebut belum dapat dilakukan.
Menurutnya, keterbatasan armada dan volume sampah harian warga adalah penyebab penumpukan sampah di lokasi itu.
Kondisi ini sering menyebabkan truk pengangkut tidak dapat mengangkut seluruh timbunan dalam satu kali operasi, menyebabkan sampah menumpuk di badan jalan dan membuat jalan menjadi bau.
Baca Juga : KLH Mengingatkan Industri Pengelolaan Sampah Sangat Penting.
Menurut Encep, untuk mengatasi kondisi itu untuk sementara waktu, pihaknya akan melakukan pengangkutan massal dengan bantuan alat berat hari ini, bersamaan dengan hari libur petugas gerobak, sehingga proses pengangkutan dapat dilakukan dengan lebih baik.
Diharapkan penutupan TPS ini akan menjadi titik awal menuju pengelolaan sampah di Cakung yang lebih teratur dan ramah lingkungan.
Untuk memberikan warga Jakarta Timur lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, pemerintah kota dan jajaran Satpel LH terus bekerja untuk memperbaiki sistem persampahan.
Sebanyak enam truk besar, juga dikenal sebagai mesin pengangkat, digunakan untuk mengangkut sampah di Kelurahan Penggilingan.
Sampah akan diangkut dengan truk besar ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang untuk dibuang.
Pengangkutan itu melibatkan sepuluh orang, termasuk pengemudi, pengawas, dan kru yang bertanggung jawab untuk menutup muatan dengan terpal.
( Red ).
