Jakarta, Intra62.com – Menurut laporan Al Jazeera, yang mengutip komisi bantuan kemanusiaan setempat, 43 orang tewas dan 37 lainnya terluka ketika milisi Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menyerang Kota Barah di Provinsi Kordofan Utara, Sudan.
Pada 26 Oktober, kelompok pemberontak itu mengatakan mereka telah menduduki Markas Divisi Infanteri ke-6 Angkatan Darat Sudan di Al Fashir, yang merupakan benteng utama pemerintah di Darfur Utara, setelah bertempur selama 18 bulan di perkirakan korban 43 orang tewas untuk memperebutkannya.
Pada Selasa, Abdel Fattah al-Burhan, panglima Angkatan Darat Sudan, mengumumkan penarikan pasukan dari kota tersebut.
Baca Juga : Setelah Diamuk Oleh Massa, Pencuri Motor Di Cengkareng Jakbar Tewas.
Kementerian Luar Negeri Rusia pada 29 Oktober menyatakan bahwa mereka sangat khawatir tentang pelanggaran hak asasi manusia secara massal yang terjadi di ibu kota Darfur Utara itu. Mereka juga menyatakan bahwa mereka mendukung solusi damai untuk konflik di Sudan.
Sejak April 2023, RSF dan militer Sudan telah terlibat dalam pertempuran sengit. Militer Sudan mengumumkan pada Maret bahwa mereka berhasil mengusir para pemberontak dari Khartoum, ibu kota negara itu.
Namun, pada bulan April, RSF memulai serangan di bagian barat dan selatan Sudan dan mengumumkan pembentukan pemerintah tandingan.
Baca Juga : Pemilik Rumah Di Jakbar Tewas Akibat Peluru Nyasar.
( Red ).
