Jakarta, Intra62.com – Mengejar target cakupan 100 juta orang pada tahun 2025, Kementerian Kesehatan berencana untuk memperluas CKG ( Cek Kesehatan Gratis ) sehingga dapat dilakukan di klinik, komunitas, dan kantor.
Sekarang kita bisa menyasar sekitar 500-an orang setiap hari, 500-an berarti 2,5 juta seminggu, yang berarti 10 jutaan sebulan. Di Jakarta, Senin, Kepala Biro Transformasi Digital (DTO) Kementerian Kesehatan Setiaji menyatakan bahwa menteri bersama jajaran telah melakukan beberapa program untuk mencapai 100.
Setiaji menyatakan bahwa CKG hanya dapat dilakukan di puskesmas saat ini. Namun, diharapkan layanan nasional dapat diperluas melalui kerja sama dengan komunitas, klinik, dan kantor.
Dia mengatakan bahwa komunitas yang bekerja sama juga dapat menyediakan layanan CKG di lokasi strategis, seperti mal.
“Sekarang kan ada pemeriksaan cukup banyak ya, mulai dari darah dan sebagainya. Kita bisa sebenarnya memiliki paket, paket yang sederhana gitu ya, bahkan kemarin di bandara kita bisa melakukan CKG gitu ya, dengan paket yang sederhana.” Katanya.
Upaya untuk memperluas CKG telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, dia mengatakan bahwa itu belum cukup besar, dan sekarang dia ingin lebih banyak lagi.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada Jumat (17/10) bahwa dia memperkirakan ada sekitar 70 juta orang yang memanfaatkan CKG pada 2025.
Dengan jumlah pemeriksaan sekitar 600 ribu orang per hari, dia optimis ada sekitar 30 juta orang lagi yang memeriksakan diri hingga akhir 2025.
Budi menyebutkan, dengan adanya Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus, dia berharap cakupan CKG dapat ditingkatkan, terutama di segmen perkantoran.
Baca Juga : Kemenkes bagikan 1,3 juta botol MMS guna penuhi mikronutrien ibu hamil
( Red ).
