• Wed. Jun 3rd, 2026

Kemendag Berikan Pelatihan Strategi Branding dan Kemasan pada 300 Pengusaha, UMKM naik kelas ?

ByAF

Aug 20, 2025
Kemendag Berikan Pelatihan Strategi Branding dan Kemasan pada 300 Pengusaha, UMKM naik kelas ?

Jakarta , Intra62.com .  Kemendag Berikan Pelatihan Strategi Branding dan Kemasan pada 300 Pengusaha, UMKM naik kelas ?.

Di Auditorium Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (20/8/2025), Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi meluncurkan program Penguatan Branding dan Kemasan bagi UMKM Produk Pangan.

300 usaha kecil dan menengah (UMKM) yang telah dipilih untuk mengikuti program ini akan mendapatkan pendampingan intensif untuk memastikan bahwa produk mereka dapat bersaing baik di pasar domestik maupun internasional.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa program ini merupakan langkah awal untuk memastikan bahwa produk pangan UMKM Indonesia memiliki kualitas yang baik dan memiliki citra merek dan kemasan yang menarik.

Branding dan kemasan adalah kunci. Pasar kita besar, baik dalam negeri maupun ekspor,” katanya.

Budi Santoso menyatakan bahwa program ini akan memungkinkan produk UMKM menembus pasar modern hingga ekspor. Ini adalah langkah awal sekaligus fondasi agar UMKM semakin berdaya.

Ia menunjukkan bagaimana kemasan yang baik dapat meningkatkan nilai jual produk.

Konsumen Taiwan awalnya tidak terlalu tertarik dengan produk kopi luwak. Singkatnya, “Setelah dikemas ulang dengan desain yang menarik, produk itu justru laris di ritel modern dengan harga tiga kali lipat. Inilah bukti betapa pentingnya packaging.”

Tahun ini ada 765 UMKM yang mendaftar, tetapi hanya 300 yang lolos kurasi untuk mengikuti pelatihan dalam tiga batch, kata Isy Karim, Sekretaris Jenderal Kemendag. Dari jumlah ini, 15 UMKM terbaik akan dipilih untuk mendapatkan pendampingan lanjutan hingga buku merek diterbitkan dan diberikan akses ke pasar ekspor dan ritel modern.

Sekjen Kemendag menyatakan bahwa branding bukan sekadar logo. Bagi UMKM, branding adalah identitas, kepercayaan, sekaligus kunci untuk membuka pasar yang lebih luas. Melalui program ini, pelaku UMKM akan dibekali strategi proposal merek, karakter, komunikasi merek, desain kemasan, dan media promosi yang menarik.

UMKM ikuti Program ?

Menurutnya, “Seringkali isinya bagus, tapi pelanggan asing ragu membeli karena packaging sederhana. Padahal dengan kemasan profesional, harga bisa naik berlipat-lipat.”

Kisah keberhasilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengikuti program serupa pada tahun 2024 juga ditampilkan pada kesempatan tersebut. Sebagian besar produk makanan lokal telah masuk ke jaringan ritel kontemporer, toko oleh-oleh di bandara, dan bahkan dijual di negara lain.

Baca juga : Sandiaga : UMKM Sangat Penting untuk Mengatasi Tantangan Dunia

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/