Jakarta, Intra62.com – Untuk memastikan pasokan LPG tersedia di berbagai wilayah Indonesia, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan dua kapal pengangkut LPG: Pertamina Gas 1 (PG1) dan Pertamina Gas 2 (PG2).
“PG1 dan PG2 memiliki peran strategis dalam memastikan pasokan LPG dapat terus menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” kata Roberth M.V. Dumatubun, Sekretaris Umum Pertamina Patra Niaga, dalam keterangan resmi yang diberikan di Jakarta, Jumat.
Setiap kapal memiliki deadweight tonnage (DWT) sekitar 50.000 ton, panjang total/LOA sekitar 225 meter, dan kapasitas muat sekitar 80.000 metrik ton LPG.
Kedua kapal itu memiliki kapasitas muat sekitar 80.000 metrik ton LPG per kapal, dengan deadweight tonnage (DWT) sekitar 50.000 ton dan panjang kapal (length overall/LOA) sekitar 225 meter.
Secara keseluruhan, PG1 dan PG2 dapat mengangkut sekitar 80.000 metrik ton LPG dalam satu pelayaran. Kapasitas ini sangat penting untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat di daerah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, yang memiliki banyak penggunaan LPG.
Dengan lebih dari 17 ribu pulau, distribusi energi Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut. PG1 dan PG2 berfungsi sebagai penghubung utama dalam rantai distribusi LPG, berfungsi mulai dari terminal hingga berbagai lokasi distribusi di seluruh negara.
Kapasitas angkut kedua kapal ini sangat besar, dan mereka beroperasi sepanjang tahun dengan standar keselamatan yang tinggi. Hal ini penting karena LPG adalah muatan berbahaya yang membutuhkan pengawasan dan pengelolaan ketat selama transportasi.
Pertamina Patra Niaga terus memastikan distribusi LPG yang aman, andal, dan berkelanjutan melalui operasional PG1 dan PG2. Selain itu, ini menjaga konektivitas energi bagi jutaan orang Indonesia dari laut ke berbagai wilayah.
Baca Juga : Pemerintah Membebaskan Bea Impor LPG.
Baca Juga : RFCC optimalkan Produksi LPG, capai 120 % dari target
(Red).
