Jakarta . Intra62.com . Sandiaga : UMKM Sangat Penting untuk Mengatasi Tantangan Dunia . Dunia saat ini sedang mengadapi berbagai tantangan seperti krisis geopolitik, perubahan iklim hingga restrukturisasi ekonomi. Untuk menghadapi tantangan yang tidak ringan tersebut, perlu dirumuskan solusi kolektif.
Hal itu disampaikan Sandiaga Uno saat menjadi pembicara dalam forum ekonomi internasional Rencontres Économiques d’Aix-en-Provence (Pertemuan Ekonomi Aix) 2025 di Prancis.
Sandiaga menjadi pembicara bersama dengan sejumlah tokoh dunia, di antaranya CEO Cathay Capital, Mingpo. Perwakilan The Asia Network, Ravindra; Co-Founder International SOS, Arnaud Vaissie serta Marie Francoise Renard.
Dalam kesempatan itu, Sandiaga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara, inovasi yang inklusif . Serta pemberdayaan UMKM sebagai kunci kebangkitan ekonomi dunia, khususnya kawasan Asia Tenggara.
Ini adalah mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di bawah Presiden Jokowi yang juga berbagi pengalamannya saat diundang oleh pemerintah Malaysia baru-baru ini . Untuk berbicara tentang strategi bersama untuk meningkatkan peran UMKM.
Sandiaga menyatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara saat ini mengalami momentum kebangkitan baru.
Bukan hanya Singapura, tetapi juga Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam sedang bangkit di Asia Tenggara hari ini. Sandiaga Uno menyatakan, “Kita tidak datang untuk bersaing, tetapi untuk berkolaborasi demi masa depan bersama.”
Selain itu, Sandiaga memperkenalkan gagasan “Innovation with a Soul”, yang dia susun menjadi tiga pilar: Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi (3ion).
Menurut Sandiaga, inovasi tidak selalu harus terkait dengan teknologi canggih, tetapi harus masuk ke dalam kehidupan sehari-hari orang.
“Inovasi bukan hanya soal high-tech, tetapi high-touch. Inovasi harus hadir di rumah, pasar, dan ladang, bukan hanya di laboratorium,” katanya.
Dia berpendapat bahwa negara-negara Asia Tenggara, terutama mereka yang tergabung dalam ASEAN. Memiliki kekuatan untuk menyatukan kearifan lokal dengan gagasan global. Selain itu, Sandiaga menekankan pentingnya inovasi yang inklusif.
Jadi, tidak hanya menciptakan unicorn, tetapi juga memberdayakan sociopreneur yang berdampak sosial,” tambahnya.
UMKM gabung OK OCE
Proyek Indonesia menunjukkan betapa besarnya potensi UMKM dalam perekonomian. Sekitar 97% lapangan kerja terdiri dari UMKM, kata Sandiaga Uno.
Meskipun demikian, usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia masih menghadapi kendala digital dan akses teknologi. Akibatnya, dia mendirikan OK OCE, sebuah gerakan kewirausahaan yang saat ini terdiri dari lebih dari 600.000 orang.
Para usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergabung dengan OK OCE semakin berkembang dan saat ini sedang menjalin kerja sama dengan mitra di Malaysia, Singapura, dan AS.
Sandiaga Uno menambahkan, “Lihatlah ke akar rumput (UMKM) jika Anda ingin melihat masa depan ASEAN.”
Ia juga mengatakan bahwa literasi digital, sertifikasi halal, akses ke pembiayaan hijau, dan penetrasi ke pasar e-commerce adalah cara terbaik untuk mendorong UMKM.
Sandiaga Uno juga berbicara tentang INOTECH Foundation, yang melalui program “Desa Emas”. Mendidik pemuda desa di Indonesia tentang penggunaan AI untuk sektor pertanian dan kelautan.
Dia menegaskan bahwa teknologi harus menjadi kekuatan pemberdaya bagi keluarga, pelaku usaha kecil, dan generasi muda di desa.
Ia juga menekankan bahwa masalah seperti ketahanan keluarga, krisis iklim, dan kenaikan biaya hidup bukanlah masalah masa depan, tetapi masalah saat ini.
“Oleh karena itu, inovasi yang dihadirkan harus menyentuh masyarakat, hemat biaya, dan sirkular,” katanya.
Untuk menyimpulkan, Sandiaga Uno mengajak seluruh negara untuk bekerja sama dan bertukar ide-ide untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Sebagaimana dikutip dari liputan6.com pada Minggu [6/7] pagi, dia menambahkan, “Mari kita ubah tembok pembatas menjadi jembatan kerja sama, menciptakan masa depan melalui solusi bersama.”
Baca juga : Sekjend AWDI Balham Wadja SH Setuju Jika TNI Berbisnis
(Anisa-red)
