Jakarta , Intra62.com .Demo Massal, Minta Maaf dan Mengakui Banyak Kekurangan , Ini 5 pernyataan Bupati Pati. Kemarin, Rabu 13 Agustus 2025, terjadi demonstrasi besar-besaran dari berbagai elemen masyarakat di depan Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng).
Act tersebut menuntut Bupati Pati Sudewo untuk menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, atau PBB-P2 250%.
Aksi tersebut sempat ricuh karena massa tidak bisa bertemu Bupati Pati Sudewo. Namun, ia akhirnya muncul di tengah-tengah demonstran.
Bupati Pati Sudewo mengenakan pakaian putih, berpeci, dan berkaca mata hitam. Dengan mobil taktis Brimob, Sudewo menghampiri para demonstran.
Masa menghujani Sudewo dengan sandal dan botol air mineral. Sambil dilindungi oleh tameng polisi, Sudewo meminta maaf kepada masyarakat.
Salam sejahtera, warahmatullahi wabarakatuh. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” kata Sudewo dari mobil Brimob.
Dia tidak mengucapkan banyak hal. Usai meminta maaf, Sudewo menyatakan bahwa dia akan melakukan hal yang lebih baik lagi.
“Saya akan berbuat yang lebih baik,” katanya lebih lanjut.
Dia juga menanggapi desakan yang dibuat oleh sekelompok orang yang berunjuk rasa untuk mundur. Menurut Sudewo, pemberhentian tidak dapat hanya disebabkan oleh tuntutan karena dia telah dipilih sebagai bupati secara konstitusional.
Di Pati, Sudewo mengatakan kepada wartawan, “Tuntutan kan sudah disampaikan tadi. Kalau saya dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan itu, harus mundur dengan tuntutan seperti itu.”
Berikut adalah beberapa pernyataan Bupati Pati Sudewo mengenai demonstrasi besar-besaran yang diadakan di depan Pendopo Kabupaten Pati, yang dikumpulkan Tim News.
1. Mempersembahkan Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya
2. Menolak mundur walau di demo ribuan orang
3. Hindari Terprovokasi
4. Menanggapi Pelemparan Sanda dengan bijak
5. Mengakui Banyak Kelemahan dan Kekurangan
Baca juga : Unjuk rasa di Pati, Istana Minta Semua pihak untuk menahan diri
( Anisa-red)
