Jakarta ,Intra62.com . Pengamat: Posisi Anies dalam Pilkada Jakarta bisa tergusur karena KIM . Ibnu Dwi Cahyo, Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Survei KedaiKOPI, menyatakan bahwa kehadiran Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus meningkatkan posisi Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta.
Ini disebabkan oleh kemungkinan bahwa Nasdem dan PKB akan bergabung dengan KIM. Hal ini membuat PKS menjadi satu-satunya partai yang mendukung Anies dalam Pilkada Jakarta.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Rabu, Ibnu Dwi Cahyo mengatakan, “Kondisi ini tentu tidak menguntungkan Anies dan bila terjadi, Ridwan Kamil (cagub yang dicalonkan KIM plus) melawan kotak kosong di Jakarta.”
Ibnu menyatakan bahwa PKS dapat berkolaborasi dengan PDIP, partai yang menang dalam pemilu 2024, untuk meningkatkan kekuatan politik Anies di pilkada Jakarta.
Ketika koalisi besar pemerintah ingin melawan Ridwan Kamil, koalisi ini dianggap dapat menyelamatkan Anies.
Ibnu menyatakan, “Tapi keduanya memang berbeda dari sisi ideologi. Namun, jika PKS berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Anies, akan menjadi pembelajaran yang sangat baik bagi demokrasi kita saat ini.”
Baca juga : Ridwan Kamil Maju di Jabar Atau Jakarta Tergantung ‘Nasib’ Anies , piye tah ? .
Setelah dua partai tersebut berkolaborasi untuk mendukung Anies, petahana gubernur Jakarta akan menghadapi tantangan baru: memilih calon wakil gubernur.
Untuk saat ini, Ibnu menyatakan bahwa PDIP tidak memiliki kandidat yang cocok untuk bersaing dengan Anies sebagai calon wakil gubernur Jakarta.
Ibnu mengatakan, “Mungkin masalah utama adalah siapa wakil Anies nanti. Tentu Ahok tidak bisa menjadi cawagub karena terbentur regulasi, yang melarang mantan gubernur maju pilkada sebagai cawagub.”
Igor Dirgantara, pengamat politik dan direktur Survey and Polling Indonesia, setuju dengan Ibnu bahwa dua partai. PKS dan PDIP, akan bersaing untuk posisi cawagub yang mendampingi Anies.
PKS bersaing dengan Anies
Igor memperkirakan bahwa PKS akan terus bersaing dengan Anies dan Sohibul Iman dalam Pilkada Jakarta. PDIP pasti akan sulit menerima hal ini karena partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri itu ingin mencalonkan kadernya sebagai calon wakil gubernur.
Di sisi lain, Igor berpendapat bahwa PDIP tidak memiliki kandidat yang cocok untuk calon wakil gubernur.
“Siapa yang ingin dikirim? Ahok? Igor menyatakan bahwa keinginan Ahok untuk maju ditolak oleh PKS, yang ingin menduetkan Anies dengan Sohibul Iman.
Igor percaya bahwa Prasetyo Edi Marsudi, yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Jakarta, adalah satu-satunya kader yang tepat yang dipilih PDIP untuk menjadi calon wakil gubernur Jakarta.
(redx )
