Jakarta,intra62.com . Dampak La Nina buat kemarau basah ,tanda-tanda mengerikan bagi RI. Anomaly iklim La Nina diperkirakan akan melanda Indonesia dalam waktu dekat.
Jika anomali iklim La Nina resmi terjadi, musim kemarau kali ini bisa basah, kata Dwikorita Karnawati, kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis (23/5), dia menyatakan, “Kita belum menyimpulkan seperti itu (akan terjadi La Nina). Ada kecenderungan untuk terjadi, meskipun lemah akan terjadi. Tapi itu bisa meleset karena data masih kurang, tapi ada tren ke sana.”
Jadi jika itu benar, itu berarti Anda basah, katanya.
Hasil pemantauan suhu permukaan laut Samudra Pasifik oleh BMKG menunjukkan bahwa ENSO mulai beralih ke kondisi netral pada periode dasarian I Mei 2024 dengan indeks 0,41. Diproyeksikan bahwa ENSO akan turun secara bertahap menuju kondisi netral dari Mei hingga Juni 2024.
Baca juga : BMKG Ingatkan Fase El Nino akan digantikan La Nina
Menurut Erma Yulihastin, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Biro Meteorilogi Australia (Bureau of Meteorology Australia/BoM), sebelumnya, Biro Meteorilogi Australia telah menyatakan peringatan resmi tentang La Nina.
Erma mengatakan kepada CNBC Indonesia pada Rabu (15/5/2024), “La Nina sudah ditetapkan secara resmi oleh BoM Australia bulan ini. Pengaruh atau La Nina berdasarkan data kami hanya terjadi di sebagian Sumatra dan Kalimantan berupa kemarau basah. Kalimantan bagian tengah dan timur alami kemarau basah.”
Dia juga menambahkan, “Untuk Jawa, sebagian besar mengalami musim kemarau yang normal dan cenderung minim hujan dari Mei hingga September.”
Untuk itu, Erma meminta petani di Jawa untuk mempertimbangkan potensi tersebut saat memilih jenis tanaman yang akan ditanam. Menurutnya, tanaman palawija adalah yang terbaik untuk ditanami dalam kondisi ini.
Dia menyatakan bahwa kemungkinan La Nina sangat kecil hingga hanya terjadi selama musim kemarau. (red)
