• Sat. Jul 25th, 2026

ASEAN dan Jepang perkuat kerjasama rantai pasokan dan energi

ByAF

Jul 25, 2026
ASEAN dan Jepang perkuat kerjasama rantai pasokan dan energi

Jakarta , Intra62.com . –  ASEAN dan Jepang perkuat kerjasama rantai pasokan dan energi.  Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. ASEAN dan Jepang mengeluarkan Deklarasi Bersama Gugus Tugas Dialogue for Innovative and Sustainable Growth (DISG). Yaitu untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan, keamanan ekonomi, dan transisi energi.

Deklarasi, yang disahkan pada pertemuan DISG ke-18 di Bangkok, Thailand, berfungsi sebagai pedoman. Yaitu untuk kerja sama ekonomi ASEAN-Jepang di sektor pemerintah dan swasta.

Ketua DISG Masuo Kuremura mengatakan dalam pernyataan tertulis yang diterima Sabtu bahwa kerja sama difokuskan pada empat pilar utama. Yaitu ketahanan rantai pasokan, kolaborasi inovasi, investasi digital dan kecerdasan buatan (AI), dan transisi energi.

Masuo menyatakan bahwa dia menekankan pentingnya konsultasi intensif dengan negara-negara ASEAN untuk memperkuat ketahanan industri.

Selain itu, ia menekankan keberhasilan Fast Track Pitch, yang menarik ratusan orang dari berbagai negara, penyelenggaraan Konferensi Pemimpin Muda. Dan peningkatan kerja sama di industri pusat data dan semikonduktor.

Masuo mengusulkan program Asia Zero Emission Community Plus (AZEC+) dalam bidang energi.  Yang bertujuan untuk menggabungkan dekarbonisasi dengan keamanan kawasan melalui berbagai proyek konkret.

Efektivitas investasi Jepang di Asia Tenggara juga menjadi topik diskusi di pertemuan tersebut.

Menurut Musa Adnin, Perwakilan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Brunei, perusahaan Jepang memiliki keunggulan teknologi. Tetapi mereka menghadapi tantangan dalam eksekusi bisnis dan penetrasi pasar dibandingkan dengan pesaing mereka dari China dan negara-negara Barat.

Sejumlah perwakilan kamar dagang ASEAN juga menyampaikan saran, termasuk pengakuan tenaga kerja ahli dari Filipina, reintegrasi pekerja migran dari Indonesia. Dan peningkatan ketertelusuran rantai pasokan dari Vietnam.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang menyatakan komitmennya untuk segera memenuhi kebutuhan pelaku usaha di wilayah tersebut.

Deklarasi Bersama Gugus Tugas

Ketua DISG Masuo Kuremura menyetujui Deklarasi Bersama Gugus Tugas DISG saat pertemuan berakhir. Dokumen tersebut mencakup langkah-langkah konkret untuk meningkatkan percepatan transisi energi. Dan stabilitas rantai pasokan bahan baku penting, keamanan ekonomi melalui investasi semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI).

Deklarasi juga meminta UMKM dan startup untuk mempercepat inovasi digital dan mengembangkan sumber daya manusia generasi muda untuk membangun masyarakat ekonomi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga : DPP AWDI: Kebijakan Energi Nasional Belum Menyentuh Akar Permasalahan.

(anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/