Jakarta, Intra62.com -Laporan Bahwa Beberapa Bangunan Rusak Akibat Gempa di Palu Telah Dikirim ke BMKG.
Menurut Hendrik, pengamat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu, gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu pada Selasa pukul 10.27 WIB menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan.
Di Palu, Selasa, Hendrik mengatakan bahwa ada beberapa laporan bahwa bangunan rusak.
Setelah ditemukan indikasi keretakan pada struktur jembatan Palu III, akses ke jembatan ditutup sementara. Banyak bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Selama pemeriksaan tambahan terhadap kondisi jembatan, seluruh kendaraan yang melintas dialihkan ke jalur lain.
Gemba Palu juga menyebabkan kerusakan pada banyak bangunan pemerintahan dan fasilitas umum. Plafon Kantor Bupati Sigi di Kabupaten Sigi mengalami kerusakan. Selain itu, guncangan gempa menyebabkan retakan di beberapa bagian lantai bangunan.
Plafon auditorium Untad di Universitas Tadulako rusak karena getaran yang kuat, dan sebagian material bangunan jatuh.
Sejumlah hotel di Kota Palu juga mengalami kerusakan ringan. Beberapa bagian bangunan Hotel Best Western Coco Palu dan Hotel Santika mengalami kerusakan kecil. Hingga saat ini, belum ada laporan tentang korban meninggal dunia atau luka-luka yang terjadi akibat peristiwa tersebut.
Selasa, pukul 10.27 WIB, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, menurut Badan Geologi Nasional (BMKG).
Pusat gempa bumi, menurut BMKG, berada di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Meskipun gempa bumi ini dianggap dangkal dengan kedalaman pusat mencapai 10 kilometer, hasil pemodelan matematis menunjukkan bahwa aktivitas seismik ini tidak mungkin menyebabkan tsunami.
Baca Juga : BMKG: Pada Jumat Siang, Gempa Dangkal Mengguncang Jailolo, Maluku Utara.
Baca Juga : Potensi hujan di Sumsel semakin Menurun, Menurut BMKG.
(Red).
