Jakarta, Intra62.com – Seperti kita ketahui, tanggal 10 November menjadi sejarah setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik hendaknya kita menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan negara kita.
Sejarah Hari Pahlawan tidak lepas dari peristiwa Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 November. Bagaimanakah kisah atau sejarah Hari Pahlawan? Berikut sejarah singkatnya.
Baca Juga: Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pertempuran Surabaya

Awal Kisah Hari Pahlawan Sebelum menyimak cerita Hari Pahlawan, kita cari tahu dulu siapa saja tokoh-tokoh yang ikut serta dalam Pertempuran Surabaya.
Ada 6 tokoh yang terlibat antara lain Bung Tomo, Moestopo, Gubernur Suryo, Mayjen Sungkono, HR.Muhammad Mangundiprojo dan KH.Hasyim Asy’ari.
Penyebab Pertempuran Surabaya adalah kedatangan pasukan sekutu yang dikomandoi oleh NICA atau Allied Forces Netherland East Indies pada tanggal (25/10/1945).
Awalnya, tujuan Sekutu adalah melindungi tawanan perang dan melucuti senjata Jepang. Namun NICA yang saat itu dikomandani Brigjen Aulbertin Walter Sother Mallaby (AWS Mallaby) langsung masuk ke Surabaya dan mengambil posisi bertahan di sana.
Tindakan Mallaby kemudian dianggap sebagai tanda dimulainya perang melawan tentara Indonesia. Kemudian, pada tanggal (27/10/1945), pasukan Sekutu juga membuat kewalahan pasukan Inggris, menyerbu penjara dan membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Indonesia.
Selain itu, Sekutu juga menyebarkan selebaran yang meminta masyarakat Indonesia untuk menyerahkan senjata yang dimilikinya. Saat ini, masyarakat Surabaya yang sudah diliputi amarah tentu saja menolak perintah sekutu dan langsung melakukan protes.
Tepat satu hari kemudian, tepatnya tanggal (28/10/1945), pasukan Indonesia yang dipimpin oleh Bung Tomo mulai menyerang pertahanan Sekutu. Prajurit Indonesia bertempur sampai titik darah penghabisan, kemudian AWS Mallaby berhasil ditumbangkan pada tanggal (31/10/1945).
Kematian AWS Mallaby kemudian membuat marah Sekutu. Setelah itu, pengganti AWS Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, segera mengeluarkan ultimatum pada tanggal (10//11/1945).
Isi ultimatumnya adalah perintah agar tentara Surabaya segera menyerahkan senjatanya dan mengakhiri perlawanan. Jika hal ini tidak dipatuhi, Sekutu mengancam pasukan Surabaya akan menghancurkan Surabaya dari darat, laut, dan udara.
Selain itu, seluruh pemimpin bangsa Indonesia dan pemuda Surabaya harus tiba di lokasi yang ditentukan sebelum jam 6 pagi pada tanggal (10/11/1945).
Puncak Pertempuran Surabaya
Ultimatum yang dikeluarkan sekutu tidak dihiraukan oleh pasukan tempur Surabaya, sehingga pada tanggal (10/11/1945) pecahlah Pertempuran Surabaya.
Pertempuran besar tersebut berlangsung lebih dari dua minggu dan baru berakhir pada tanggal 28 November 1945. Dalam pertempuran ini sedikitnya 20.000 orang tewas di pihak Indonesia dan di pihak Sekutu sekitar 1.500-1.600. Selain itu, diperkirakan 150 ribu orang terpaksa meninggalkan Surabaya.
Ditetapkannya Hari Pahlawan Indonesia
Mengingat perjuangan Pahlawan Indonesia saat itu, maka Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai hari memperingati Hari Pahlawan.
Pertempuran Surabaya merupakan salah satu pertempuran besar dan juga pertempuran tersulit yang pernah terjadi sepanjang sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Hari Pahlawan ditetapkan dengan Keputusan Presiden No.316 Tahun 1959, 16 Desember 1959. (red/intra62)
